Proyeksi IHSG Waspada Aksi Ambil Untung

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,75% pada perdagangan Senin (18/3) menjadi 6.509,45. Hari ini, peluang

Proyeksi IHSG  Waspada Aksi Ambil Untung
kontan
Menghitung dolar AS dan rupiah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,75% pada perdagangan Senin (18/3) menjadi 6.509,45. Hari ini, peluang penguatan tetap terbuka bagi indeks.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, pasar berekspektasi Bank Indonesia mempertahankan bunganya di level 6% pada Kamis mendatang (21/3). Imbas positifnya, saham-saham bank paling tinggi mencatat kenaikan nilai transaksi.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, sentimen global lebih dominan menunjang IHSG. "Kesepakatan dialog antara Amerika Serikat dengan China akhir Maret nanti menjadi angin segar bagi kenaikan indeks," katanya.

Analis Binaartha sekuritas Nafan Aji menambahkan, stabilitas fundamental makroekonomi, rating BBB dengan outlook stabil dari Fitch akan menjadi faktor yang menunjang IHSG sampai beberapa hari ke depan. Tapi, ada potensi aksi ambil untung seiring dengan reli indeks. Karena itu, dia memperkirakan, IHSG akan koreksi wajar ke area support dengan rentang pergerakan 6.488-6.520.

Valdy dan William memperkirakan, IHSG menguat hari ini. Rentang pergerakannya menurut Valdy 6.530-6.550, sedangkan William 6.450-6.520.

Prediksi Rupiah: Berkat Koreksi Dollar AS

Pelemahan dollar Amerika Serikat (AS) berhasil mengerek rupiah. Kemarin, rupiah spot menguat 0,15% menjadi Rp 14.239 per dollar AS. Serupa, rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia pun melesat 0,48% menjadi Rp 14.242 per dollar AS.

Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pelemahan the greenback terjadi setelah data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu meleset dari perkiraan. Bahkan hal itu membuat peluang The Federal Reserve untuk mengerek suku bunga dalam rapat FOMC pekan ini cenderung mengecil.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, walau mata uang Garuda perkasa, namun penguatannya tidak terlalu signifikan. Hal ini terjadi karena permintaan terhadap dollar AS semakin membesar mendekati akhir bulan ini.

"Biasanya di akhir kuartal, demand untuk dollar AS membesar karena untuk pembayaran utang atau pun impor," kata dia.

Namun untuk hari ini, Josua masih optimistis, rupiah menguat terbatas dalam kisaran Rp 14.190-Rp 14.270 per dollar AS. Sedangkan Ibrahim memprediksi, mata uang Garuda bergerak di rentang Rp 14.200-Rp 14.260 per dollar AS. (Yusuf Imam S/Anna Suci P/Aloysius Brama)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved