5 Fakta Brenton Tarrant, Pembunuh Sadis yang Lakukan Penembakan Jemaah Salat Jumat

Secara sadis, Brenton Tarrant, pelaku teroris yang secara brutal menembaki jamaah masjid Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3/2019)

kolasetribunmanado.co.id/ist
11 Fakta Penembakan Jamaah Salat Jumat di Masjid, Disiarkan Live hingga Video Dilarang Keras Disebar 

Antara lain bertuliskan "Refugees Welcome to Hell" atau pengungsi selamat datang di neraka.

Dikutip dari Herald Sun, diduga tipe senjata itu adalah AR 15, senjata modifikasi dari M16 yang merupakan standar militer atau polisi.

Bahkan dalam akun instagramnya, Tarrant memiliki profil picture amunisi yang ditulis sejumlah nama.

Antara lain Alexandre Bissonette, Luca Traini, dan nama-nama lain yang diduga adalah ekstrimis.

Brenton Tarrant, pria biadab yang melakukan aksi penembakan brutal para jamaah Salat Jumat di Selandia Baru.
Brenton Tarrant, pria biadab yang melakukan aksi penembakan brutal para jamaah Salat Jumat di Selandia Baru. (Heavy.com)

4. Tak Menyesal

Tarrant yang kini mendapatkan kecaman dari berbagai negara mengaku tak menyesali atas apa yang ia lakukan.

Saat ditanya apakah dia tak melihat orang-orang yang diserang adalah orang-orang tak berdosa.

Tarrant menjawab, serangan terhadap orang-orang Non Ras Eropa adalah perang.

Menurut Tarrant, dalam sebuah perang, tidak ada yang namanya 'orang tak berdosa'.

Tarrant juga sempat ditanya, apakah dia berencana selamat atau melakukan bunuh diri setelah melakukan serangan.

Tarrant menjawab, dia siap mati sebagai resikonya.

Tapi dia berniat untuk tetap hidup, sehingga dia bisa terus menyebarkan ajaran supremasi kulit putih yang dia yakini.

5. Rencanakan Selama 2 Tahun

Dikutip dari Independent.ie, Tarrant mengaku dalam manifestonya yang berjudul "The Great Replacement" yang dia buat sendiri, mengaku sudah merencanakan aksi kejinya itu sejak lama.

Ia berencana untuk melakukan penembakan massal selama dua tahun terakhir.

"Aku memulai rencana serangan ini sejak dua tahun terakhir. Kemudian menetapkan lokasi di Christchurch dalam tiga bulan terakhir," katanya.

Ia menuliskan ingin membebaskan tanah milik kaumnya dari 'para penjajah', dan terinspirasi dari Anders Breivik.

Dilansir AFP, Breivik merupakan seorang ekstremis sayap kanan yang menyerang kantor pemerintah di Oslo, Norwegia, pada 22 Juli 2011 silam.

Dia meledakkan bom mobil di depan kantor pemerintah.

Selain itu ia melakukan penembakan di kamp musim panas sayap muda Partai Buruh di Pulau Utoya.

Beruntung bom berhasil dijinakkan.

(TribunWow.com/ Roifah)

#Udar 5 Fakta Brenton Tarrant, Pembunuh Sadis yang Lakukan Penembakan Jemaah secara Massal di Masjid

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul 5 Fakta Brenton Tarrant si Teroris yang Tembaki Jamaah Masjid, Pengakuan hingga Rencananya

Jangan lupa follow Instagram Tribun Manado

TONTON JUGA:

Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved