News
HEBOH! Hari Ini Kamis (15/3/2019) Diprediksi Badai Matahari Terjang Bumi
Fenomena badai matahari atau ledakan besar sinar kosmik dari matahari menuju bumi diprediksi bakal terjadi.
"Jika badai matahari itu terjadi hari ini, bisa memiliki efek parah pada masyarakat beserta teknologi tinggi kita. Itu sebabnya kita harus meningkatkan perlindungan masyarakat terhadapbadai matahari," kata Raimund Muscheler, salah satu peneliti dari Lund University di Swedia.
Sebelumnya, peneliti juga telah menemukan kejadian serupa pada 774-775 Masehi dan 993-994 Masehi. Melalui penemuan itu, diketahui bahwa badai matahari terjadi secara teratur.
"Memahami peristiwa tersebut sekaligus mendapatkan banyak data tentu akan membantu untuk memprediksi ancaman badai matahari di masa depan dengan lebih tepat," ungkap Musheler.
"Termasuk juga memberikan waktu untuk mengembangkan sistem serta peralatan yang sesuai untuk menghadapi badai matahari. Kita harus lebih siap jika hal yang serupa kembali terjadi."
Sebuah layanan cuaca yang berbasis di Inggris, Met Office, mengingatkan akan adanya ledakan besar sinar kosmik dari matahari menuju bumi, Jumat, (15/3/2019).
Badai Matahari ini dikabarkan akan merusak dan melumpuhkan sinyal ponsel, TV digital, hingga GPS. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), M. Ferdiansyah Noer, mengatakan bahwa fenomenaastronomi lubang korona terjadi pada 13 Maret 2019, pada saat posisi lubang korona berada di sekitar ekuator matahari.
Pasalnya, lubang korona bisa muncul di atmosfer matahari dari waktu ke waktu. Korona adalah bagian paling luar dari atmosfer matahari yang ditandai rendahnya massa jenis dan tingginya temperatur. Korona tidak bisa terlihat secara langsung dari bumi, kecuali ketika terjadi gerhana matahari total atau menggunakan bantuan teleskop dengan presisi.
"Memang bisa melepaskan angin matahari cepat. Yang mencapai bumi dalam dua hari. Tetapi efeknya tidak seperti yang diberitakan," ujar Ferdiansyah, saat dihubungi Tribun Jabar, melalui ponselnya, di Kota Bandung, Kamis (14/3/2019), malam.
Ferdiansyah menuturkan, bagi warga yang hendak mengetahui perkembangan informasi tersebut secara rinci dapat mengakses melalui situs resmi Lapan. "Info rinci cuaca antariksa bisa dilihat juga disitus lapan http://swifts.sains.lapan.go.id/," katanya.
Tautan: http://jabar.tribunnews.com/2019/03/15/hari-ini-badai-matahari-diprediksi-terjang-bumi-disebut-dampaknya-ganggu-gps-begini-kata-lapan?page=all
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/badai-matahari.jpg)