Penderita Kusta di Sitaro Tergolong Tinggi, Tahun Lalu Ada 44 Pasien, Tiga di Antaranya Anak-anak

Kasus penderita kusta di Kabupaten Kepulauan Sitaro cukup tinggi tiap tahunnya.

Penderita Kusta di Sitaro Tergolong Tinggi, Tahun Lalu Ada 44 Pasien, Tiga di Antaranya Anak-anak
Tribun manado / Alpen Martinus
Gandaria, Pengelola Program TBC dan Kusta, Bidang Penyakit Menular dan Tidak Menular, Dinkes Sitaro 

Penderita Kusta di Sitaro Tergolong Tinggi, Tahun Lalu Ada 44 Pasien, Tiga di Antaranya Anak-anak

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Kasus penderita kusta di Kabupaten Kepulauan Sitaro cukup tinggi tiap tahunnya.

Dinas Kesehatan Sitaro mencatat pada tahun 2017 angka penderita kusta mencapai 52 orang dengan rincian kusta basah atau MB 47 pasien dan kusta kering atau PB 5 pasien.

Sementara pada 2018 ada 44 pasien, 42 di antaranya adalah penderita MB dan 5 PB, dari jumlah tersebut tiga di antaranya adalah anak-anak.

Gandaria Pengelola Program TBC dan Kusta, Bidang Penyakit Menular dan Tidak Menular, Dinkes Sitaro menjelaskan, tipe MB bisa disembuhkan dalam jangka waktu setahun, terpenting adalah pengobatan rutin.

Baca: Pasien Kusta Di Boltim Meningkat, Aviv, Dinkes Turun Identifikasi Langsung

Baca: Tiga Anak SD di Maelang Positif Kusta, Bolmong Jadi Daerah Endemis Kusta

Sementara tipe PB bisa disembuhkan dalam jangka waktu enam bulan saja. "Sekarang untuk obat ada untuk penderita anak dan dewasa," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk obat selalu tersedia di Puskesmas dan itu gratis. "Sebab saat ingin pengadaan obat menggunakan dana BOK Puskesmas," jelas dia.

Penyakit kulit yang satu ini bisa diketahui dengan melihat beberapa tanda di antaranya bercak mati rasa pada kulit, penebalan saraf tepi, dan skin smear."Akan terjadi penarikan otot jika dibiarkan lama," jelas dia.

Ia menjelaskan, penyakit ini bisa menular melalui kontak langsung yang berlangsung lama, semisal tidur di tempat tidur yang sama, atau menggunakan pakaian dan handuk yang sama."Intinya harus hidup bersih dan sehat," jelas dia.

Saat ini Dinkes dan Puskesmas juga terus melakukan kegiatan penemuan pasif. Artinya, jika ditemukan satu penderita kusta, maka orang-orang di sekeliling mereka yang terdekat akan diperiksa," jelas dia.

Ia berharap, warga yang terkena kusta tidak perlu malu datang ke Puskesmas atau melapor, supaya mendapatkan penanganan, apalagi obatnya gratis. (amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved