Berikut 8 Skenario yang Diduga bisa Menyebabkan Kiamat, Menurut Pandangan Ahli
inilah 8 skenario yang diduga bisa menyebabkan kiamat, dilansir Newsweek,
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah film besar sekelas Hollywood kerap membuat film tentang kiamat atau akhir dunia. Hal yang sama juga pernah diramalkan segelintir orang sejak dulu kala. Namun, bagaimana kiamat dipandang dari sisi sains?
Global Challenges Foundation, sebuah organisasi dengan misi mengurangi isu-isu global yang dihadapi semua orang, membuat laporan tahunan berjudul "Risiko Bencana Global". Dalam menyusun laporannya, peneliti meninjau berbagai makalah dan berkonsultasi dengan ahlinya.
Terkait hal itu, inilah 8 skenario yang diduga bisa menyebabkan kiamat, dilansir Newsweek, Rabu (31/10/2018).
1. Perang Nuklir
Para ahli memperingatkan, di masa depan kemungkinan akan ada perang nuklir yang lebih dahsyat dibanding beberapa dekade lalu.
"Sesaat setelah pemboman Hiroshima yang menewaskan 150.000 orang, dunia hidup dalam bayang-bayang perang yang berbeda dari sebelumnya," kata ahli.
Senjata tercanggih di masa depan mungkin dapat melenyapkan 80 sampai 90 persen isi bumi, termasuk manusia, dengan radius 1-4 kilometer.
Saat ini, AS dan Rusia diketahui memiliki persenjataan terbesar dengan 7.000 hulu ledak seperti rudal, torpedo, atau senjata sejenis. Setelah dua negara itu, Inggris, Perancis, China, India, Pakistan, Korea Utara, dan Israel diyakini memiliki beberapa perangkat nuklir.
Perang nuklir tidak hanya bisa menghapus kehidupan dan suatu wilayah. Hal ini juga bisa menyisakan penyakit radioaktif.
Baca: Ternyata, Para Ahli Sudah Memprediksi Bagaimana Kiamat Itu akan Terjadi, Ini Penjelasannya!
2. Perang biologi dan kimia
Dibanding serangan pada umumnya, senjata berbahan biologi dan kimia lebih murah pembuatannya.
Kemajuan teknologi dalam rekayasa genetika dan biologi sintetis memudahkan cendekiawan mengubah mikro-organisme menjadi sesuatu yang berpotensi bahaya.
Jika mikro-organisme dilepaskan dari laboratorium terkontrol karena kesalahan atau tindak kejahatan, hal ini dapat menimbulkan pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
3. Perubahan Iklim
Pada 2015, lebih dari 200 negara menandatangani Perjanjian Iklim Paris (AS mundur dari perjanjian ini tahun lalu) yang mencakup janji untuk menjaga suhu global jauh di bawah 2 derajat Celsius di atas rata-rata pra-industri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ist_20180719_163534.jpg)