Rabu, 20 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Astaga! Uang Pria di Mojokerto Sebanyak Rp 65 Juta terkuras via virtual account

Seorang nasabah BRI di Mojokerto, Suhartoyo (58) terkejut melihat uang di rekeningnya tersisa sekitar Rp 2 jutaan pada Jumat (18/1/2019)

Tayang:
Editor: Chintya Rantung
Shutterstock
Ilustrasi bank 

Astaga! Uang Pria di Mojokerto Sebanyak Rp 65 Juta terkuras via virtual account

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Seorang nasabah BRI di Mojokerto, Suhartoyo (58) terkejut melihat uang di rekeningnya tersisa sekitar Rp 2 jutaan pada Jumat (18/1/2019).

Semula, total uangnya sekitar Rp 67 juta.

Namun, selang sehari, uang yang ada di rekening Suhartoyo terkuras sekitar Rp 65 juta.

Ia kemudian melapor ke pihak BRI, namun, tidak boleh melapor ke polisi. 

 Suhartoyo mengaku tidak mengambil uang maupun mentransfer ke orang lain.

Hanya saja, sehari sebelumnya, ia mendapatkan telepon dari seorang laki-laki yang mengabarkan akan memberi bonus pulsa sebesar Rp 500.000.

Pria asal Dusun Ngepung, Desa Berat Wetas, Gedeg, Kabupaten Mojokerto ini kemudian mendatangi kantor BRI.

Oleh petugas BRI, ia disarankan mencetak rekening koran untuk mengetahui transaksi di rekeningnya.

Dari rekening koran itu diketahui penarikan sebanyak empat kali.

Pertama, penarikan sebesar Rp 10.000.000 terjadi pukul 16.00 Jumat (18/1/2019). Dalam uraian transaksi pertama tertulis BRIVA ( BRI Virtual Account) disambung dengan kode dan nama Yuli.

Kedua, penarikan Rp 40.000.000 terjadi pukul 16.01 Jumat (18/1/2019). Dalam uraian transaksi kedua tertulis BRIVA ( BRI Virtual Account) disambung kode dan nama Nurfitria.

Ketiga, penarikan Rp 10.000.000 terjadi pukul 16.06 Jumat (18/1/2019).

Dalam uraian transaksi kedua tertulis BRIVA ( BRI Virtual Account) disambung kode dan nama Yuli.

Keempat penarikan Rp 5.000.000 terjadi pukul 16.08 Jumat (18/1/2019).

Dalam uraian transaksi kedua tertulis BRIVA ( BRI Virtual Account) disambung kode dan nama Yuli.

"Total saldo yang terkuras Rp 65 juta.

Saya tidak kenal nama Yuli dan Nurfitria.

Keluarga saya juga tidak ada yang namanya Yuli dan Nurfitria," kata Suhartoyo.

Meskipun peristiwa itu terjadi sebulan lalu, hingga kini kasus tersebut belum menemui titik terang.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved