Gempa Guguran Masih Terus Terjadi di Gunung Karangetang

Gempa guguran masih saja terjadi di gunung Karangetang meski skalanya kecil, Senin (11/03/2019).

Gempa Guguran Masih Terus Terjadi di Gunung Karangetang
Tribun Manado
Guguran lava Gunung Karangetang masuk ke laut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO- Gempa guguran masih saja terjadi di gunung Karangetang meski skalanya kecil, Senin (11/03/2019).

Yudia Tatipang Kepala PGA Karangetang menjelaskan, pada pagi hingga siang hari secara visual nampak asap kawah bertekanan kuat berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 75-100 meter di atas puncak kawah.

"Asap kawah dua putih sedang tinggi 25-50 meter," jelasnya.

Secara kegempaan tercatat guguran lima kali terjadi dengan amplitudo 3-5 mm, berdurasi 25 detik, sementara hembusan terjadi delapan kali dengan amplitudo 3-5 mm, durasi 11-20 detik, hybrid terjadi tiga kali dengan amplitudo 3-5 mm, S-P 0 detik, durasi 8-10 detik, tektonik jauh dua kali dengan amplitudo 11-30 mm, S-P 23 detik, durasi 60-96 detik,  juga tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

Sementara pada siang hingga malam hari secara visual terlihat asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 75-100 meter di atas puncak kawah. Sedangkan asap kawah 2 putih sedang tinggi 25-50 meter.

Baca: Main Kartu Remi Jadi Pelepas Suntuk Pengungsi Erupsi Gunung Karangetang

Secara kegempaan tercatat guguran tiga kali dengan amplitudo  3-4 mm, durasi  27-38 detik, hybrid 5 kali dengan aplitudo  4-17 mm, S-P 0 detik, durasi 20-22 detik.

Vulkanik dalam terjadi sekali dengan amplitudo 10 mm, S-P 0.5 detik, durasi  7 detik, tektonik jauh terjadi dua kali dengan amplitudo 21-50 mm, S-P 18-25 detik, durasi  50-106detik, juga microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Kalau status gunung tetap pada level III atau siaga," jelas dia.

Rekomendasi PVMBG Bandung pun belum berubah, warga masih tetap yaitu dilarang mendekati,  melakukan pendakian atau beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Baca: Oma Retni Pengungsi Erupsi Gunung Karangetang Siap Jika Harus Direlokasi

Masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. (amg)

Berita Populer: Ini Dia Deretan Foto Ganteng Suga BTS dari V BTS Dihari Ulang Tahunnya

 

 
 

Penulis: Alpen_Martinus
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved