Antar Penumpang, Tukang Becak Divonis 1,5 Tahun Penjara, Padahal Ditabrak Mobil dari Belakang

Hidup keluarga seorang pengayuh becak di Ambon, Rasilu, semakin terpuruk setelah Rasilu mendekam di penjara.

Antar Penumpang, Tukang Becak Divonis 1,5 Tahun Penjara, Padahal Ditabrak Mobil dari Belakang
kompas.com
Rasilu (38) pengayuh becak yang divonis 1 tahun 6 bulan penjara hanya bisa menangis saat bercerita kepada Kompas.com terkait musibah yang dialaminya di ruang kunjungan Rumah Tahanan Kelas II a Ambon di kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala, Kamis (28/2/2019) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hidup keluarga seorang pengayuh becak di Ambon, Rasilu, semakin terpuruk setelah Rasilu mendekam di penjara.

Tiga anaknya terancam putus sekolah karena tak ada lagi pemasukan bagi keluarganya. 

Seperti diketahui, Rasilu divonis bersalah dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan penumpang becaknya, Maryam, meninggal dunia.

Saat itu, becak Rasilu diserempet dari arah belakang oleh sebuah mobil yang melaju kencang.

Akibatnya, Rasilu dan Maryam terjungkal dari becak. Maryam sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, Maryam akhirnya meninggal dunia. 

Rasilu divonis bersalah dan harus menjalani hukuman 1 tahun 5 bulan. Kuasa hukum Rasilu pun protes atas vonis hakim tersebut.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Rasilu merantau ke Ambon untuk perbaiki nasib keluarga

Ilustrasi kecelakaan
Ilustrasi kecelakaan(nastenkapeka)

Pada bulan Juli 2018, Rasilu pergi ke Kota Ambon dengan menumpang kapal menyebrangi lautan dan meninggalkan anak dan istrinya di Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.

Tujuannnya merantau adalah memperbaiki nasib keluarganya. Baru dua bulan bekerja sebagai pengayuh becak di Kota Ambon, Rasilu tertimpa musibah.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved