Soroti Pertambangan Emas Ilegal di Bolmong-Ratatotok, Bupati Mitra: Seharusnya Kadis ESDM Dipenjara!

Menurut Bupati Mitra, menjamurnya PETI adalah buah dari pembiaran yang dilakukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulawesi Utara.

Soroti Pertambangan Emas Ilegal di Bolmong-Ratatotok, Bupati Mitra: Seharusnya Kadis ESDM Dipenjara!
ISTIMEWA
Tim gabungan mengevakuasi korban longsor di kawasan PETI Desa Bakan, Bolmong, Senin (4/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Andreas Ruauw

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap menyoroti aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di beberapa daerah di Sulawesi Utara.

Menurut dia, menjamurnya PETI adalah buah dari pembiaran yang dilakukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Utara.

Sumendap mencontohkan kasus longsor PETI di Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow, yang menghilangkan nyawa banyak penambang.

Menurut dia, peristiwa itu harus dipertanggungjawabkan oleh Kepala Dinas ESDM Sulut.

"Kan sudah beberapa kali diminta supaya dilakukan penertiban seluruh PETI yang ada di Sulut, namun terkesan hanya dilakukan pembiaran. Sehingga dengan adanya kejadian tersebut harusnya Tinungki (BA Tinungki, Kadis ESDM Sulut) dipenjara. Karena ini menyangkut nyawa puluhan orang yang hilang. Apalagi ini bukan baru kali pertama terjadi, karena tahun lalu juga sudah pernah memakan korban," tegas Sumendap.

Baca: Tiga Aktivitas PETI Skala Besar Ada di Boltim

Baca: Identifikasi Korban Tambang Bakan, Jenazah Juslan Dikenal dari Tato Mawar di Leher Kirinya

Terhadap aktivitas PETI, lanjut Sumendap, harusnya ada tindakan cepat dari provinsi sebagai pemegang kewenangan. Pasalnya, pemerintah kabupaten hanya sebatas melaporkan.

"Kan untuk penindakan PETI ilegal ataupun yang legal itu kewenangan provinsi. Sementara pemerintah kabupaten hanya melaporkan. Tapi dengan adanya kejadian berujung musibah di Bakan, harusnya Tinungki dipenjara karena terjadi proses pembiaran," sambungnya.

Terkait itu, Sumendap pun menyinggung soal belasan PETI yang ada di Ratatotok yang masuk wilayah pemerintahannya.

Ia menyebut aktivitas PETI di sana sudah jelas merusak lingkungan karena sudah menggunakan alat berat, bahkan ada indikasi keberadaan tenaga kerja asing (TKA).

Halaman
123
Penulis: Andreas Ruauw
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved