Sabtu, 6 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah di Balik Bendera Kuning yang Dijadikan Simbol Kematian di Indonesia

Kisah Dibalik Bendera Kuning yang Dijadikan Simbol Kematian di Indonesia.

Tayang:
Editor: Siti Nurjanah
Intisari.grid.id
Asal usul bendera kuning dijadikan simbol kematian di Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Teman-teman, sedih rasanya bila ada orang terdekat yang meninggal dunia. Baik itu keluarga, teman, ataupun tetangga.

Biasanya setiap negara atau daerah mempunyai warna yang melambangkan kesedihan atau dalam masa berkabung.

Segala perangkat serta pakaian ketika upacara pemakaman didominasi oleh warna putih. Mulai dari lilin, tirai pintu, lentera, taplak meja, hingga baju berkabung.

Sementara, bagi masyarakat dunia pada umumnya, warna hitam diidentikkan dengan warna berkabung atau warna kematian.

Tradisi ini dimulai ketika Ratu Inggris Victoria menghadiri upacara kematian suaminya, dan beliau menggunakan baju berkabung berwarna hitam.

Sejak itu, muncul tradisi bahwa warna hitam adalah lambang dari kesedihan.

Di Thailand dan Brasil, warna ungu biasa dipakai bersama warna hitam saat berkabung atas kematian orang yang dicintai.

Sedangkan, di Afrika Selatan, warna merah dikaitkan dengan suasana berkabung.

Bagian merah di bendera negara ini juga melambangkan sebuah kekerasan dan pengorbanan yang telah dilakukan selama memperjuangkan kemerdekaan.

Negara Mesir menyimbolkan kuning dengan emas, yang biasa digunakan untuk melukis mumi dan dimakamkan sebelum almarhum dikirim ke akhirat, sehingga wana kuning juga menjadi simbol untuk berkabung.

Di beberapa daerah di Indonesia, biasanya juga menggunakan simbol warna kuning pada bendera untuk menandakan bahwa ada seseorang yang meninggal dunia.

Berbeda lagi di Makasar, Papua, atau Kalimantan yang tetap memilih warna putih sebagai penanda kematian baik itu dari agama Islam atau Kristen.

Kita cari tahu asal penggunaan bendera kuning sebagai lambang kematian di Indonesia, yuk!

Asal Mula Bendera Kuning

Pemilihan warna kuning sebagai warna kematian ini ternyata bermula dari zaman kolonialisme Belanda, teman-teman.

Pada zaman itu dikenal bendera persegi panjang polos berwarna kuning dengan simbol huruf Q.

Bendera kuning ini merupakan penanda untuk para penderita sebuah wabah mematikan yang wajib dikarantina.

Oleh karena itu, simbolnya adalah Q, berasal dari kata "quarantine".

Konon, di zaman itu, saking mematikannya, wabah tersebut cepat menular dan memakan banyak korban meninggal.

Banyak bendera kuning lalu terlihat di setiap kematian.

Hingga saat ini, kebiasaan itu berlanjut, meskipun sudah tidak ada wabah mematikan tersebut.

Bendera kuning pada akhirnya identik dengan kematian dan digunakan untuk menandai kematian seseorang.

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved