Anak Usaha Berharap Suntikan Modal dari Induk
Sejumlah bank berskala besar berniat menyuntikkan modal tambahan ke anak usahanya di tahun ini. Salah satunya adalah PT Bank Bukopin
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sejumlah bank berskala besar berniat menyuntikkan modal tambahan ke anak usahanya di tahun ini. Salah satunya adalah PT Bank Bukopin Tbk yang berniat menyuntikkan modal tambahan senilai Rp 100 miliar bagi PT Bank Syariah Bukopin (BSB) pada kuartal IV 2019.
Direktur Utama BSB Saidi Mulia Lubis mengatakan, rencana penambahan modal tersebut, terutama untuk menopang rencana ekspansi yang ditargetkan naik minimal 10% tahun ini. Selain penambahan modal, induk perusahaan BSB juga melanjutkan rencana divestasi saham di BSB.
Menurut dia, Bukopin selaku pemegang saham pengendali mengkaji kehadiran investor strategis. Bila tak ada aral melintang, aksi itu diperkirakan bisa rampung di tahun ini. "Rencana divestasi tergantung negosiasi antara induk dengan investor baru. Targetnya tahun ini," ujarnya, Jumat (22/2).
Asal tahu saja, Bukopin sebelumnya berencana menjual sebanyak 40% saham BSB dengan target perolehan mencapai Rp 400 miliar. Rencana ini awalnya ditargetkan rampung pada akhir 2018. Namun, karena kondisi pasar yang belum stabil, induk perusahaan memilih untuk menunda aksi pelepasan anak usahanya.
PT Bank BRI Agro Tbk juga bakal mendapat suntikan modal dari sang induk. Sayangnya, Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto enggan menyebut besaran modal yang akan diperoleh dari sang induk. "Untuk tambahan modal akan diajukan ke pemilik, masih rahasia (jumlahnya). Yang jelas untuk ekspansi dan naik kelas ke kelompok BUKU III (modal inti minimal RP 5 triliun)," tutur dia, Senin (25/2).
Agus memperkirakan, dengan penambahan modal nantinya capital adequate ratio (CAR) BRI Agro bisa terangkat ke level 29% pada akhir tahun ini.
Anak usaha PT Bank Central Asia Tbk (BCA), yakni
PT Bank BCA Syariah juga bakal mendapatkan modal dari induknya di tahun ini. Direktur Utama BCA Syariah John Kosasih bilang, dana tersebut nantinya digunakan untuk keperluan ekspansi infrastruktur, jaringan cabang dan pengembangan usaha. "Kami akan tambah cabang di Aceh, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah tahun ini," kata John.
Namun, John belum mengetahui berapa besaran suntikan modal yang bakal diberikan tahun ini. Sebab, rencana tersebut masih dalam proses finalisasi dengan induk.
Namun dua anak usaha
PT Bank Mandiri Tbk yakni PT Bank Mandiri Taspen (Mantap) dan PT Bank Syariah Mandiri tahun ini tidak mendapat suntikan induk. Josephus K. Triprakoso, CEO Bank Mantap menyebut saat ini CAR Bank Mantap masih stabil di kisaran 18%. (Marshall Sautlan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bank-bukopin_20180729_172600.jpg)