Bukopin Akan Merilis Obligasi
PT Bank Bukopin Tbk berencana menjaring dana dari wholesale alias non konvensional tahun ini. Direktur Keuangan Bukopin
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk berencana menjaring dana dari wholesale alias non konvensional tahun ini. Direktur Keuangan Bukopin Rachmat Kaimuddin menyebut setidaknya ada dua instrumen investasi yang bakal diterbitkan oleh Bank Bukopin di tahun ini.
Pertama, Bank Bukopin mengeluarkan surat berharga alias obligasi yang diprediksi meluncur di kuartal III atau IV 2019. Adapun, nilai obligasi yang diterbitkan berkisar antara Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun. "Kami akan keluarkan beberapa surat berharga, salah satunya obligasi. Kita lihat kondisi setelah pemilu," ujarnya, Jumat (22/2).
Kedua, Bank Bukopin juga berencana melakukan sekuritisasi berupa Efek Beragun Aset (EBA) dengan nilai mencapai Rp 1 triliun.
Nantinya, efek yang diagunkan dalam penerbitan EBA ini antara lain tagihan-tagihan (kredit) dengan kualitas yang baik, terutama dari segmen kredit konsumer. "Kami lagi melihat untuk kredit pemilikan rumah dan kredit konsumer kita yang berkualitas tinggi," terang Rachmat.
Namun, menurut Rachmat, jumlah tersebut bisa berubah. Sebab, Bank Bukopin masih memantau kondisi pasar pasca Pemilihan Umum 2019.
IBJ Jepang Akan Gelar Tender Offer Saham Verena
PT Verena Multi Finance Tbk (VRNA) resmi memiliki pemegang saham pengendali baru, yakni IBJ Leasing Co Ltd. IBJ Leasing mengakuisisi saham VRNA dari Deutsche Investitions und Entwicklungsgesellschaft mbH (DEG) pada 5 Oktober 2018 sebesar 516,77 juta saham setara dengan 19,99% saham. IBJL juga kembali membeli saham baru yang diterbitkan VRNA dalam rangka penerbitan saham baru tanpa memesan efek terlebih dahulu.
Hasilnya, pada 24 Januari 2019, IBJL memiliki 63,63% saham VRNA. Karena kondisi tersebut, IBJL harus melaksanakan penawaran tender wajib (tender offer) sebanyak 483,32 juta saham, setara 8,5% modal ditempatkan dan disetor penuh. IBJL menawarkan harga tender offer di Rp 140 per saham. Dalam prospektus ringkas, perusahaan ini menjelaskan, harga pengambilalihan adalah harga tertinggi selama 90 hari sebelum akuisisi IBJL pada Oktober 2018.
Jumat (22/2), harga VRNA meningkat 2,36% di Rp 130 per saham. Periode penawaran tender akan dilakukan selama 30 hari, yakni mulai 23 Februari 2019 sampai dengan 24 Maret 2019. (Avanty Nurdiana/Marshall Sautlan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bank-bukopin_20180729_172530.jpg)