Soal Bukti Transfer dan Buku Tabungan yang Disita Penyidik Belum Dijelaskan Joko Driyono

Kombes Argo Yuwono menerangkan dalam pemeriksaan itu Joko Driyono belum menjelaskan seputar bukti transfer dan buku tabungan yang disita penyidik

Soal Bukti Transfer dan Buku Tabungan yang Disita Penyidik Belum Dijelaskan Joko Driyono
kompas bola
Joko Driyono 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono telah menjalani pemeriksaan kedua atau pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka pencurian dan perusakan barang bukti skandal pengaturan skor di Mapolda Metro Jaya.

Joko Driyono diperiksa mulai Kamis (21/2/2019) pukul 10.00 sampai Jumat (22/2/2019) pukul 08.10 atau selama sekitar 22 jam.

Ada 40 pertanyaan yang diungkapkan penyidik kepada Jokdri-sapaan akrab Joko Driyono.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menerangkan dalam pemeriksaan itu PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono belum menjelaskan seputar bukti transfer dan buku tabungan yang disita penyidik dari apartemen dan ruang kerjanya di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Jadi belum semua barang bukti terverifikasi ke yang bersangkutan. Diantaranya bukti transfer, buku tabungan dan sebagainya. Tentunya ini menjadi kerja penyidik untuk diverifikasi semuanya," kata Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/2/2019).

Baca: Soal Puisi Neno Warisman, PBNU: Pengandaikan Pilpres Sebagai Perang Adalah Kekeliruan

Baca: Bahlil Lahadalia Bantah Jokowi Tiru Gaya Pidato Kebangsaan dari Prabowo

Argo Yuwono menjelaskan dalam pemeriksaan kedua terhadap Jokdri sebagai tersangka ini, penyidik mencecarnya dengan 40 pertanyaan.

"Jokdri diperiksa penyidik dengan sekitar 40 pertanyaan. Pertanyaan seputar keterangan formil dan keterangan materil sebagiannya," kata Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya.

Menurut Argo Yuwono pemeriksaan seputar perusakan dan pencurian barang bukti yang dilakukan Jokdri serta tentang sejumlah barang bukti terutama yang disita penyidik dari ruang kerja dan apartemen Jokdri.

Dalam verifikasi barang bukti kata Argo Yuwono, Jokdri menjelaskan bahwa sebagian dari uang Rp 300 Juta yang disita Satgas Antimafia Bola dari apartemennya beberapa waktu lalu, adalah uang yang hendak dipinjamkannya kepada Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Mbah Putih adalah anggota non-aktif Komisi Disiplin PSSI yang sudah ditetapkan menjadi tersangka skandal pengaturan skor bola oleh Satgas Antimafia Bola. Ia ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Halaman
123
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved