Rupiah Melemah 26 Poin: Ini Penyebabnya

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat melemah pada penutupan pasar spot exchange, Kamis (21/2) sore. Penurunan nilai

Rupiah Melemah 26 Poin: Ini Penyebabnya
kontan
Menghitung dolar AS dan rupiah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat melemah pada penutupan pasar spot exchange, Kamis (21/2) sore. Penurunan nilai tukar ini dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada Rabu (20/2).

Kurs rupiah melemah tipis 26 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp 14.070,- per dollar AS. Pada perdagangan sebelumnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS adalah Rp 14.044,-. Di kurs tengah, Bank Indonesia mencatat mata uang rupiah melemah tipis di posisi Rp 14.057,- per dollar AS.

Bukan hanya rupiah mata uang utama di Asia yang tercatat melemah terhadap dollar AS. Baht Thailand melemah 0,28 persen, sedangkan peso Filipina melemah 0,27 persen. Won Korea Selatan dan ringgit Malaysia masing-masing melemah 0,15 persen dan 0,14 persen. Dollar Singapura juga melemah, yaitu 0,04 persen.

Menurut Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra pergerakan rupiah pada Kamis (21/2) masih terpengaruh oleh risalah tim Federal Open Market Committe (FOMC) pada Rabu (20/2) malam. Pada pertemuan itu petinggi bank sentral AS The Fed menakar perlu atau tidak menaikkan suku bunga acuan Fed Rate tahun ini.

Sebelumnya Gubernur The Fed Jerome Powell menyebut The Fed akan lebih sabar dalam melakukan kebijakan moneter tahun ini. Hal tersebut bisa kembali membuka potensi kenaikan Fed Rate minimal satu kali pada tahun ini yang kemungkinan terjadi pada akhir tahun 2019.

"Dan di dalam risalah The Fed juga diumumkan mereka meneliti lebih lanjut. Ternyata ekonomi AS diprediksi tidak akan seburuk yang diperkirakan," jelas Ariston seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (21/2).

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan saat ini rupiah masih undervalue atau di bawah nilai fundamentalnya, namun cenderung stabil. Perry menilai nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada tahun ini akan bergerak stabil dan sesuai mekanisme pasar.

"Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan cenderung stabil, tapi masih undervalue, tapi kemungkinan rupiah itu akan menguat dan itu bisa terjadi," kata Perry, Kamis (21/2/2019).

IHSG Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 24,98 poin atau 0,38% di level 6.537 di akhir perdagangan Kamis (21/2). Sebanyak 206 saham naik, 200 saham turun dan 140 saham flat.

Penguatan IHSG ditopang delapan sektor, sedangkan dua sektor terjebak di zona merah. Sektor-sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor pertambangan yang naik 1,5%, sektor industri dasar yang naik 1,08% dan sektor perkebunan yang naik 0,97%. Sektor yang melemah adalah sektor aneka industri yang turun 0,94% dan sektor consumer goods yang turun 0,22%.

Total volume perdagangan di bursa mencapai 15,08 miliar saham dengan total nilai Rp 10,17 triliun. Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp 483,28 miliar di seluruh pasar.

Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 191,5 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 163,3 milair dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 115,5 miliar.

Sedangkan saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Japfa Tbk (JPFA) Rp 110,3 miliar, PT Bank Danamon Tbk (BDMN) Rp 74 miliar dan PT Modernland Realty Ltd.Tbk (MDLN) Rp 54,9 miliar. (Tribunnews/rey/cnn/dtc/ktn)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved