Hari Ini Dewan Pers Adakan Workshop Peliputan Pemilu 2019 di Manado
Dewan Pers menggelar workshop Peliputan Pemilu 2019 untuk Wartawan Media Cetak dan Media Elektronik di Manado Quality Hotel, Kamis (21/2/2019)
Penulis: | Editor: David_Kusuma
Hari Ini Dewan Pers Adakan Workshop Peliputan Pemilu 2019 di Manado
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dewan Pers menggelar workshop Peliputan Pemilu 2019 untuk Wartawan Media Cetak dan Media Elektronik di Manado Quality Hotel, Kamis (21/2/2019).
Dalam surat undangan yang ditandatangani Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo, tertulis Pemilu Legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden sudah di depan mata.
Saat ini, iklan dan pemberitaan tentang partai politik, calon legislatif dan bahkan kandidat Presiden/Wakil Presiden sudah bermunculan, bukan hanya di media namun juga di banyak ruang publik.
"Kemeriahan pesta rakyat lima tahunan ini memang sudah mulai terasa. Namun tentu saja penetrasi pemberitaan terkait pemilu melalui media baik media cetak, media elektronik serta media siber harus diakui lebih terasa di masyarakat karena menghadirkan kemasan yang beragam," demikian tertulis.
Baca: Begini Komentar Ketua Dewan Pers soal Wartawan Maju Caleg di Sulut
Baca: Ketua Dewan Pers ke Kantor Tribun Manado, Suasana Penuh Keakraban dan Canda Tawa
Baca: Media Abal-abal Bakal Ditutup Oleh Dewan Pers
Pers menjalankan peran edukasi melalui informasi yang proporsional tentang pemilu, maka masyarakat juga akan diajak untuk berperan serta mengawasi tahapan persiapan pelaksanaan pemilu, penyelenggaran pemilu, termasuk peserta pemilu nantinya. Interaksi masyarakat dalam pemberitaan pemilu oleh pers juga akan sangat membantu untuk melihat parameter tingkat kesuksesan persiapan jelang pemilu.
Akan ada materi dari Stanley sendiri. Ada pula dari Herwin Malonda, Ketua Bawaslu Sulut. Juga ada materi anggota dewan pers Hendry Bangun.
Saat diwawancarai tribunmanado.co.id, Stanley mengatakan, Dewan Pers telah mengeluarkan surat edaran 2 tahun 2018. Itu tentang mereka yang mereka yang mencalonkan diri menjadi anggota caleg, DPD, tim sukses bahkan joki politik.
Baca: Di Depan Menteri dan Dewan Pers, Dahlan Dahi Direktur Tribunnews.com Kritisi Regulasi Media Massa
"Mereka sebaiknya cuti sementara. Atau juga berhenti permanen sebagai wartawan," katanya.
Ia mengatakan ini soal newsroom. Newsroom katanya dipertaruhkan.
"Newsroom kepercayaan publik. Bisnis media berdasarkan kepercayaan publik. Jika media sudah tidak dipercaya karena keberpihakan dan tidak ada indepensinya, maka bisa pecah sesudah pemilu. Media harus menjadi wasit yang adil," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dewan-pers-di-kantor-tribun.jpg)