Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bolmong

Isak Tangis Iringi Pemakaman Pasutri Korban Kecelakaan Maut Popontolen Marten dan Pdt Neitji

Suasana rumah duka pasutri kecelakaan maut di Popontolen Minsel, di Desa Mongkoinit Barat, Kecamatan Lolak, Bolmong, dibanjiri tetesan air mata.

Penulis: Maickel Karundeng | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/MAICKEL KARUNDENG
Isak Tangis Iringi Pemakaman Pasutri Korban Kecelakaan Maut Popontolen Marten dan Pdt Neitji 

Isak Tangis Iringi Pemakaman Pasutri Korban Kecelakaan Maut Popontolen Marten dan Pdt Neitji

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Suasana rumah duka saat ibadah pemakaman di Desa Mongkoinit Barat, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Rabu (20/02/2019) siang dibanjiri tetesan air mata dari keluarga, teman, dan masyarakat atas meninggalnya pasangan suami-istri (Pasutri) Almarhum Marten Luter Lumender dan Neitji Salasa.

Terpantau, keluarga dari Almarhum Marten dan Pdt Nietji sangat terpukul.

Terutama kedua anak yakni Reiner dan Gabriele yang tak henti-hentinya menangis.

Selain itu, Ibunda Almarhum Marten tak henti juga menangis di depan peti.

Pendeta (Pdt) yang memimpin ibadah pemakaman menyampaikan kejadian ini sangatlah tragis dan menyedihkan.

Lain halnya kalau mereka terlihat sakit terlebih dahulu dan menahannya, tapi ini mereka berdua meninggal tanpa terduga.

"Apa yang Tuhan buat, baik adanya," ungkap pendeta di hadapan ratusan pelayat.

Dalam pikirannya kalau mereka berdua hidup akan lebih parah lagi sebab kedua almarhum mengalami luka-luka yang cukup parah.

"Pdt Neitji sangat baik, mudah bergaul, penuh semangat dan selalu memberikan motivasi bagi sesama," ujar Pdt dari Desa Buntalo ini.

Bagi keluarga diberikan kekuatan menghadapi tantangan kehidupan, sebab diperlukan kuasa roh Kudus melalui kesabaran dalam melewati cobaan.

Bagi kedua anak Reiner dan Gabriela, kiranya kedua anak diberikan kekuatan.

"Jangan berharap dengan janji manusia sebab Firman Allah berkata akan tetap menyertai dan tidak meninggalkan engkau," katanya.

Terpantau juga pihak kepolisian turut mengamankan lokasi karena berada tepat di Jalan Trans Sulawesi.

Ibadah pemakaman Pasutri ini dipenuhi ratusan warga.

Kehadiran ratusan warga menandakan kedua almarhum tersebut sangat dikasihi dan dicintai warga.

Pendeta yang memimpin ibadah pemakaman membacakan ayat Alkitab pada kitab Mazmur 27 ayat 4 dan 10.

Amatan Tribunmanado.co.id, tenda yang berukuran kurang lebih 20x40 meter terisi penuh dengan warga, bahkan di luar tenda juga dipadati warga.

Abdul, satu di antara sahabat sekolah Almarhum Martin mengaku sangat sedih dan kaget atas kejadian tersebut.

"Saya ketemu dengan almarhum terakhir bulan lalu dan sempat bertegur sapa," katanya.

BREAKING NEWS: Ibadah Pemakaman Pasutri yang Tewas Kecelakaan Maut di Popontolen Padat Pelayat
BREAKING NEWS: Ibadah Pemakaman Pasutri yang Tewas Kecelakaan Maut di Popontolen Padat Pelayat (TRIBUN MANADO/MAICKEL KARUNDENG)

Ia mengingat saat masih bersekolah di SMP, kalau bercanda dan almarhum dengan penuh canda tawa.

Pasutri ini memang dikenal sangat ramah oleh jemaat serta warga.

Almarhum Martin Luther Lumender berprofesi sebagai petani.

Ia dikenal penuh semangat dan jiwa bertani seperti menanam jagung yang sebentar lagi akan dipanen dan sudah membeli kebun cengkih.

Sementara, Almarhumah Neitji Salasa adalah seorang pendeta yang berasal dari Manado Tua, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Satu di antara anggota keluarga korban, Pdt Otniel Mokodaser menceritakan bahwa keduanya sangat baik dan rajin.

"Kalau Ibu pendeta sudah sejak 10 tahun lebih melayani di Desa Sang, Kabupaten Bolmut. Jemaat di sana begitu terpukul dengan kejadian tersebut," katanya.

Ia menambahkan, kalau butuh ikan laut pasti pergi di Desa Sang untuk membeli di sana dan diberi dengan harga murah.

"Nah, Almarhumah Ibu Pdt dan Suami yang memfasilitasi kalau membeli ikan sebab mereka juga memiliki kelompok nelayan," ungkap Pdt Otniel.

Untuk sekarang yang harus dipikirkan adalah anak-anak mereka yang sudah jadi yatim-piatu.

"Bagaimana anak yang bungsu dibiayai sampai selesai studi?", tuturnya.

Keluarga sangat berharap kecelakaan tersebut bisa diusut tuntas oleh pihak kepolisian.

Suasana di rumah duka pasutri di Desa Mongkoinit, Lolak, Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara (Sulut), yang meninggal akibat lakalantas di Desa Popontolen Minahasa Selatan, Sulut.
Suasana di rumah duka pasutri di Desa Mongkoinit, Lolak, Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara (Sulut), yang meninggal akibat lakalantas di Desa Popontolen Minahasa Selatan, Sulut. (TRIBUN MANADO/MAICKEL KARUNDENG)

Pasutri ini alami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Popontolen, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Martin Luter Lumender dan Neitji Salasa berboncengan di sepeda motor jenis Honda CBR nomor polisi DB 2943 GL.

Kejadian bermula saat kendaraan dinas roda empat Subditgakum Ditlantas Polda Sulut bergerak dari arah Manado menuju arah Amurang.

Pada saat menyalip, mobil polisi ini bersenggolan dengan kendaraan roda empat jenis Ford Focus nomor polisi DB 1187 AS yang dikendarai lelaki SM, yang bergerak dari arah yang sama yaitu dari arah Manado menuju arah Amurang.

Kendaraan Ford Focus keluar ke kiri bahu jalan dan berusaha masuk kembali ke badan jalan, namun kendaraan tersebut tidak dapat lagi dikuasai oleh pengemudinya.

Kecelakaan di Popontolen
Kecelakaan di Popontolen (Istimewa)

“Mobil Ford Focus kemudian melenggang ke kanan jalan yang pada saat itu melintas kendaraan Honda CBR DB 2943 GL yang di kendarai oleh lelaki Martin Luter Lumender berboncengan dengan perempuan Neitji Salasa, dari arah Amurang menuju arah Manado sehingga terjadi tabrakan antara mobil Ford Focus dan motor Honda CBR," ujar Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX Winardi Prabowo, Senin (18/02/2019).

Akibat lakalantas ini, pengemudi kendaraan Ford Focus lelaki bersama Sulfian Mamonto dilarikan ke Rumah Sakit.

Sementara untuk pengendara sepeda motor, Martin Luter Lumender yang berboncengan dengan perempuan Neitji Salasa meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

(Tribunmanado.co.id/Maickel Karundeng/Andrew Pattymahu)

BACA JUGA:

Baca: 7 Fakta Taufik Gani, Warga Manado Curi 27 iPhone di Medan: Pria Gay Suka Pamer & Pernah Hina Jokowi

Baca: Pasutri yang Tewas Kecelakaan Maut di Popontolen, Ini Tujuan Mereka dari Lolak ke Manado

Baca: Hasil Survei Poltracking, PDI-P Borong 4 Kursi DPR RI Dapil Sulut, Elektabilitas 43,2 Persen

Baca: Yusril Mahendra Tewas Jelang Akad Nikah, Padahal Pengantin Wanita Sudah Dirias

Baca: Antar Pesanan Go-Food Pelanggan, Driver Go-Jek Diperjalanan Alami Kecelakaan dan Meninggal

TONTON JUGA:

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved