Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pak Guru yang Ditantang Siswa Adu Jotos, Menolak Umrah dan Talk Show

Nur Kalim (30), guru yang ditantang oleh muridnya untuk adu jotos namun tidak meladeni dan memilih sabar, mendapatkan apresiasi dari sejumlah piha

Editor:
tribunnews
Nur Khalim 1 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Nur Kalim (30), guru yang ditantang oleh murinya untuk adu jotos namun tidak meladeni dan memilih sabar, mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak.

Saking sederhana dan sabarnya sang guru, Nur menolak tawaran umroh gratis gratis dan tidak mau menerima tawaran talk show oleh berbagai stasiun televisi.

Nur Kalim hanya mau menerima beberapa hadiah yang membantu pekerjaannya, mengajar murid-murid yang tetap disayanginya.

 

Apreasiasi itu  antara lain datang dari Kepala Kepolisian Resor Gresik, Ajun Komisaris Besar Wahyu Sri Bintoro yang menyerahkan bingkisan usai upacara bendera di SMP PGRI Wringinanom, Senin.

Calon anggota legislatif dan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  pun ada yang mendatangi rumahnya di Desa Pasinan, Kecamatan Wringinanom.

Calon anggota DPD, Ahmad Nawardi menghadiahinya sepeda.

Siswa SMP PGRI Wringinanom Gresik, Jawa Timur, meminta maaf kepada gurunya, Minggu (10/2/2019), di Markas Polsek Wringinanom.
Nur Kalim memeluk siswanya saat minta maaf, Minggu (10/2/2019), di Markas Polsek Wringinanom. (KOMPAS/ADI SUCIPTO K)

Tiga orang dari Partai Nasdem menyerahkan bingkisan tanda simpatik.

Namun, Nur Kalim tidak mau menjumpai para politisi tersebut sembari minta maaf. 

“Saya tak bermaksud mengusir atau tak menyambut tamu. Hanya kasihan pada anak anak yang mau les di sini, kok ramai begini,” kata Kalim.

Kalim juga banjir tawaran diumrahkan baik dari pribadi maupun dari perusahaan. Semua tawaran itu ditolaknya.

Simpati dan berbagai hadiah itu justru membuatnya jadi canggung, apalagi banyak yang mendatangi rumahnya.

Ia pun sudah enggan diwawancarai dan tak ingin diekspose lagi oleh media.

 

“Maaf ya, maaf, sudah ya, saya tak ingin terkenal. Saya hanya mau fokus mengajar,” katanya.

Wartawan terus mendatangi rumah Nur Kalim, namun ia menolak wawancara

Nur Kalim merasa terbebani karena hingga kini, siswa yang mempersekusinya belum juga masuk sekolah meskipun sudah damai dan permintaan maaf sang murid sudah diterimanya dengan ikhlas.

Apalagi, sang murid berinisial AA itu juga belum mau ikut try out ujian nasional.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved