Nasib dan Pengakuan Guru BK Soal 4 Siswa Pengeroyok Bujang Sekolah di SMPN 2 Galesong: Mereka Nakal!
Nasib 4 Siswa Pengeroyok Bujang sekolah di SMPN 2 Galesong Selatan, Takalar, Sulawesi Selatan, sudah diputuskan, Selasa (12/2/2019) sore.
Soal keputusan tersebut juga dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Galesong Selatan, Takalar, Aipda Rusdiyono.

"Kasus ini berakhir damai. Tapi, nasib siswa di sekolah akan diselesaikan melalui rapat internal dewan guru dengan orangtua murid," ujar Aipda Rusdiyono.
Jalur mediasi yang ditempuh kedua belah pihak mengakibatkan kasus ini tidak bisa dilimpahkan ke Polres Takalar dan tidak akan diproses hukum.
Namun, meski jalan damai sudah ditempuh, kata Rusdiyono, pihak sekolah memutuskan untuk mengeluarkan empat siswa yang terlibat dalam aksi tidak terpuji itu.
Guru BK Beri Kesaksian
Sebelumnya, dalam ruang guru dan kepala SMPN 2 Galesong, TribunTakalar.com berkesempatan mewawancarai dua guru bimbingan konseling (BK).
"NRA (12) hampir setiap hari dipanggil ke ruang konseling. MI (12) juga pernah," ujar guru Bimbingan Konseling SMPN 2 Galesong Selatan Sukmawati SPd (24).
Begitu juga Syamsuddin H SPd (53) guru konseling yang menangani kelas tiga, juga memberikan keterangan sekaligus kesaksian di hadapan rapat guru.
Syamsuddin menyampaikan jika dua dari empat siswa pelaku pengeroyokan memang perlu bimbingan khusus.
"Bisa dibilang mereka nakal. Hampir semua guru mengeluh," ujar, Syamsuddin H SPd (53), guru konseling yang telah 20 tahun lebih mengabdi di SMPN 2 Galesong.
"Seringkali dalam proses pembelajaran, mereka tidak menghargai guru. Suka bolos. Kadang kalau guru mengajar, mereka keluar masuk." Tambahnya.
"Keberhasilan mendidik siswa tersebut, hanya bisa terwujud jika terjalin antara guru dan orangtua," ujarnya.
Coreng Wajah Pendidikan
Insiden yang terjadi di SMPN 2 Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan ini tentu saja mencoreng wajah pendidikan Tanah Air.
Empat orang siswa dan satu orangtua murid melakukan pengeroyokan kepada tenaga honorer Faisal Dg. Paulie (38) hingga kepalanya sobek.