Istri Nuryanto Tidak Tahu Kalau Suaminya Dimutilasi
Peristiwa pembunuhan pengusaha tekstil asal Baleendah bernama Nuryanto (37) di Malaysia dengan cara di mutilasi masih menyimpan berbagai pertanyaan.
TRIBUNMANADO.CO.ID-Peristiwa pembunuhan pengusaha tekstil asal Baleendah bernama Nuryanto (37) di Malaysia dengan cara di mutilasi masih menyimpan berbagai pertanyaan.
Istri Nuryanto, Meli Rahmawati (33), tak mengetahui sosok perempuan bernama Ai Munawaroh, yang juga diduga jadi korban mutilasi bersama suaminya.
Istri korban tak tahu Ai Munawaroh
"Ai Munawaroh tidak tahu. Aa terakhir bilangnya berangkat sendiri," ujar Meli Rahmawati saat ditemui di kediamannya, di Kampung Ciodeng, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (12/2/2019).
Saat dikonfirmasi, salah seorang tim pengacara keluarga Nuryanto, Hermawan, juga mengaku tidak mengetahui siapa perempuan yang bersama kliennya tersebut.
Ai Munawaroh diduga ikut menjadi korban mutilasi di Malaysia.
"Kami tidak tahu Ai Munawaroh ini siapa. Karena setahu kami klien kami(Nuryanto) menyampaikan berangkat ke sana (Malaysia) sendiri. Ternyata pas dicek di Air Asia keberangkatan mereka itu berdua," katanya melalui telepon seluler, Selasa (12/2/2019).
Sempat akan dijadikan pegawai
Selain mengecek ke salah satu maskapai penerbangan yang digunakan Nuryanto, pihak tim pengacara juga mengecek langsung ke sejumlah relasi korban di Malaysia untuk memastikan teman wanita yang bersama kliennya ini.
"Kami mengecek juga ke relasi mereka di sana 'saudara Nuryantobersama siapa?'. Katanya mereka berdua. Kemungkinan bersama Ai itu," ujarnya.
Pihaknya tidak mencurigai apapun, karena Nuryanto memiliki banyak relasi baik perempuan maupun laki-laki.
Namun Hermawan sempat mengetahui jika perempuan bernama Ai Munawaroh ini sempat akan dijadikan pegawai oleh kliennya.
Beralamat di Soreang
"Yang saya lihat di bukti lapor polisi kehilangan, yang perempuan alamat Soreang. Tapi alamat persisnya kami tidak tahu," pungkasnya.
Tunggu hasil tes
Hermawan menambahkan, karena hasil tes DNA yang selama ini sudah dilakukan memakan waktu cukup lama maka pengungkapan identitas jenazah yang diduga Nuryanto akan kembali dilakukan dengan pengecekan sidik jari.
"Jadi kemarin ada satgas dari Keduataan Besar kita di Malaysia menyampaikan via Whatsapp bahwa akan mengecek melalui sidik jari supaya lebih cepat daripada tes DNA," katanya.
Sebelumnya, kata Hermawan, Kedutaan Besar Malaysia menyampaikan pihak Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah menemukan potongan tangan kedua korban diduga Nuryantodan Ai Munawaroh dalam kantong plastik.
"Di dalam satu keresek kedua-duanya diketemukan, ada. Tapi kondisinya sudah lapuk. Jadi nanti dicek siapa yang cocok antara klien kita (Nuryanto) atau Ai Minawaroh, bisa salah satunya atau bisa juga kedua-duanya kami belum tahu," ucapnya.
Menurutnya tes sidik jari ini kemungkinan akan dilakukan melalui sisa-sisa kulit jenazah mengingat kondisi potongan tangan yang diketemukan dalam kontong keresek itu dalam kondisi lapuk.
Hermawan menuturkan potongan tangan ini akan segera dibawa ke Indonesia dari Malaysia untuk segera dilakukan tes sidik jari.
"Tes DNA cukup lama bisa memakan waktu dua minggu bahkan lebih. Makanya kami mencari alternatif, dari Kedutaan Besar tuh sidik jari supaya lebih cepat. Sidik jari ini bisa dalam 3-4 hari sudah bisa keluar hasilnya," ujar Hermawan.