Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

DNET Dapat Restu Gadai Saham

Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Indoritel Makmur Internasional Tbk yang berlangsung kemarin

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kontan.co.id
RUPS PT Indoritel Makmur Internasional Tbk 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Indoritel Makmur Internasional Tbk yang berlangsung kemarin, menyetujui rencana gadai saham  sebagai jaminan atas perjanjian pinjaman dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Nilai limit kredit Rp 2,5 triliun.

Adapun pengajuan kredit ke bank tersebut untuk mendukung pengembangan bisnis. "Kebutuhan tidak pernah habis, sebab pengembangan bisnis terus maju," ujar Haliman Kustedjo, Presiden Direktur PT Indoritel Makmur Internasional Tbk usai RUPSLB, Selasa (12/2).

Mengintip histori keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), 20 Februari 2018 lalu,  Indoritel dan Bank Mandiri telah meneken Perjanjian Gadai Saham.

Aset yang mereka gadaikan terdiri dari 443,23 juta unit saham PT Indomarco Prismatama, 637,79 juta unit saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk dan 357,53 juta unit saham PT Fast Food Indonesia Tbk. Tenor pinjaman selama tujuh tahun sejak penandatanganan kredit.

Namun manajemen Indoritel belum bersedia membeberkan rencana penggunaan pinjaman tersebut secara lebih detail. Perusahaan berkode saham DNET di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut juga masih menyimpan target kinerja keuangan dan alokasi dana belanja modal 2019.

Yang jelas, sepanjang tahun lalu, Indoritel menargetkan pembangunan serat optik di 103 kota dalam 14 provinsi. Pengembangannya berjalan melalui anak usaha bernama PT Mega Akses Persada telah terealisasi. "Ya, kalau tidak salah ingat sudah terealisasi," tutur Haliman.

Alhasil, kini Indoritel mengoperasikan serat optik sepanjang 10.877 kilometer (km). Tak puas sampai di situ, KONTAN mencatat jika mereka berambisi membentangkan serat optik di 200 kota seluruh Indonesia. 

Electronic City Siap Mengoperasikan Pusat Distribusi

Tidak berapa lama lagi, PT Electronic City Indonesia Tbk akan mengoperasikan pusat distribusi mereka yang terbaru. Dengan luas 19.750 meter persegi (m²) dan luas gudang 12.600 m², pusat distribusi yang terletak di Citereup Bogor Jawa Barat itu akan memperkuat pasokan produk Electronic City ke jejaring gerai miliknya.

Sekretaris Perusahaan PT Electronic City Tbk, Roland Hutapea, mengemukakan pembangunan proyek tersebut sudah mencapai tahap akhir. Kelak, secara total perusahaan ini akan memiliki 11 pusat distribusi yang tersebar di beberapa wilayah.

"Saat ini (pembangunan) sudah memasuki tahap akhir persiapan sebelum beroperasi," ujar dia kepada KONTAN, Selasa (12/2).

Dengan beroperasinya pusat distribusi baru, maka sirkulasi produk-produk Electronis City akan lebih terjaga. Apalagi, pusat distribusi tersebut akan difokuskan untuk menjaga pasokan ke gerai-gerai di sekitar Jakarta.

Untuk menggarap proyek pusat distribusi, emiten berkode saham ECII di Bursa Efek Indonesia ini menggelontorkan dana tak kurang dari Rp 200 miliar. Separuh dana digunakan untuk akuisisi lahan dan setengahnya lagi untuk pembangunan fisik.

Selain merampungkan proyek tersebut, ECII akan menerapkan strategi bisnis untuk menggenjot pertumbuhan pada tahun ini. Manajemen juga melakukan konsolidasi internal, baik dari sisi bisnis maupun SDM.

Sedangkan agenda menambah gerai juga masih akan berlanjut pada tahun ini. Namun Roland tidak memerinci jumlah gerai baru yang akan dibuka pada tahun ini. "Penambahan gerai pasti ada, karena kami akan selalu menggelar ekspansi. Namun, untuk lokasinya belum bisa kami informasikan," kata dia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved