Jokowi: Guru-guru Harus Di-upgrade Terutama yang Berkaitan dengan Kemampuan Skill

Presiden Joko Widodo meminta agar guru terampil jumlahnya lebih banyak ketimbang guru normatif.

Jokowi: Guru-guru Harus Di-upgrade Terutama yang Berkaitan dengan Kemampuan Skill
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
Guru di SD Tutuyan sedang mengajari muridnya membaca 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Joko Widodo meminta agar guru terampil jumlahnya lebih banyak ketimbang guru normatif.

Hal ini khususnya berlaku di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Guru-guru harus di-upgrade, terutama yang berkaitan dengan kemampuan skill. Kemampuan guru guru dalam melatih siswanya. Guru yang terampil harus lebih banyak dari guru normatif," kata Jokowi saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan di Sawangan, Depok, Selasa (12/2/2019).

Jokowi mencontohkan, guru normatif misalnya guru mata pelajaran agama, Pancasila atau bahasa Indonesia.

Baca: Jelang Laga Newcastle Jets Vs Persija Jakarta, Preview Pertandingan hingga Prediksi Susunan Pemain

Baca: Bocah 4 Tahun Dirudapaksa Oleh Pria 35 Tahun di Toilet Umum

Sementara guru terampil adalah guru-guru mata pelajaran yang bisa diterapkan langsung untuk dunia kerja.

Namun kondisi saat ini, guru normatif justru lebih banyak ketimbang guru terampil.

"Informasi yang saya terima, Guru normatif ini presentasenya lebih banyak. Berapa banyak pak menteri? 65 persen," kata Jokowi.

Jokowi meminta para kepala dinas pendidikan yang hadir untuk memperbaiki kondisi ini.

Menurut dia, kedepannya harus lebih banyak guru terampil agar lulusan SMK bisa langsung siap menghadapi dunia kerja.

"Yang 35 persen ini tugas kementerian bapak ibu semua untuk menyiapkan ini, meng-upgrade, bisa melatih agar guru terampil itu lebih banyak," kata mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Baca: Erick Thohir Minta Prabowo-Sandi Jangan Gagal Fokus, Jelang Debat Pilpres ke-2

Baca: Tiga Laporan Diterima DP2A Boltim di 2019, Mulai Penelantaran Keluaga Sampai Kasus Cabul

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menekankan bahwa tahun depan pemerintah akan fokus besar-besaran pada pengembangan sumber daya manusia.

Mulai dari sekolah vokasi, balai latihan kerja hingga pondok pesantren akan digarap serius oleh pemerintah dengan anggaran besar-besaran.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta tak ada tumpang tindih kewenangan antara Kementerian Pendidikan dan dinas pendidikan di daerah.

"Harus betul-betul jelas apa yang jadi tanggung jawab saudara, apa yang jadi tanggung jawab menteri. Harus jelas. Tidak bisa kita tidak terkonsolidasi," kata Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan link http://wartakota.tribunnews.com/2019/02/12/jokowi-minta-perbanyak-guru-terampil-inEditor: panji baskhara

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved