Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sopir Bemo Perkosa Siswi Kelas 6 SD di Kamar Kosan Berkali-kali, Begini Kronologinya

YN dan keluarganya selama ini tinggal di kontrakan yang terletak di Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Editor: Nielton Durado
Internet
Ilustrasi Kriminolog 

TRIBUNMANADO.CO.ID - FN (32), warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT ) marah besar setelah mengetahui putri sulungnya yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar (SD), YN (12) jadi budak nafsu Marten.

Marten merupakan sopir bemo Eminem jurusan Kupang - Tofa.

Ia diketahui menyekap, mengancam membunuh, juga memperkosa YN berkali-kali.

"Apa yang dia lakukan harus diberikan hukuman sesuai dengan undang-undang yang ada."

 
"Kita ikuti undang-undang yang ada," kata FN, Jumat (1/2/2019) sore seperti dikutip SURYAMALANG.com dari Pos Kupang dengan judul FAKTA Terbaru Siswi Kelas 6 SD Diperkosa Sopir Bemo di Kamar Kosan Berkali-kali dalam Semalam.

YN dan keluarganya selama ini tinggal di kontrakan yang terletak di Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Ibu YN, FN berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Ia mengaku, hukuman berat harus diberikan kepada Marten.

"Kami keluarga saat mendengar kejadian ini kaget. Tidak sangka-sangka terjadi seperti ini," kata FN sembari menyusui anak bungsunya yang baru berusia dua bulan.

Baca: Kuasa Hukum Vanessa Angel Sebut Berat Badan Kliennya Turun 6 Kg, Polda Jatim Klaim Sudah Membaik

Baca: Vanessa Angel Muntah-muntah dan Masuk Rumah Sakit, Polda Jatim Tegaskan Dia Tidak Hamil

Baca: Wajah Penyidik KPK Luka Sobek Dianiaya: Polisi Tegaskan Gubernur Papua Tidak Ikut Menganiaya

Selain keluarga yang mengalami trauma atas kejadian tersebut, lanjut FN, putri kesayangannya yang masih berstatus siswi SD juga mengalami trauma atas kejadian tersebut.

"Dia trauma. Dia bilang saat kejadian dia disekap dalam kos. Seandainya dia melawan dan lari, dia akan dikasih mati (dibunuh)," ujarnya.

"Karena sudah di dalam kamar yang terkunci terus pelaku sudah mengambil kuncinya."

"Jadi dia tidak berani minta tolong atau lari," tutur FN.

Baca: Warga Minta Sidang Kasus Habib Bahar bin Smith tidak Digelar di Kota Bandung, Ini Alasannya

Baca: Hebat Sebagai Pemain dan Pelatih, Solksjaer Belajar Taktik Sepakbola dari Game Ini

Baca: Bentrok Dua Kelompok Pemuda di Subulussalam Provinsi Aceh, Korban Luka Berjatuhan

Dia mengaku, putri sulungnya merupakan anak yang aktif dalam lingkungan rumah akan tetapi pascakejadian, putrinya merasa takut dan trauma.

"Dia berubah sekarang ini. Dia takut dan trauma dia tidak semangat seperti dulu," ujarnya.

Keluarga juga bersyukur dan berterima kasih atas dukungan moril dari pihak RT setempat, para tetangga juga sekolah saat ini.

Sumber: Surya Malang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved