Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terima Gelar Adat, Toni Supit Sebut Beban Berat

Pemberian gelar adat, menjadi beban tersendiri untuk Toni Supit, Mantan Bupati Sitaro, Kamis (30/1/2018).

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Toni Supit Sebut Beban Berat 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemberian gelar adat, menjadi beban tersendiri untuk Toni Supit, Mantan Bupati Sitaro, Kamis (30/1/2018).

Gelar adat yang diterimanya yaitu Pololiwu Imangung Togha.

"Gelar adat ini merupakan beban untuk saya yang saya akan terima, karena mengandung arti yang sangat mendalam," jelas Toni Supit.

Sebab menurutnya, Pololiwu yang artinya kesayangan, bermakna harus dipertahankan disayangi oleh masyarakat dan harus menyatukan masyarakat juga di dalam berbagai perbedaan.

Sedangkan Togha berarti harus menguatkan dalam prinsip dalam karakter dan dalam membela masyarakat.

"Apalagi Sitaro lagi berkembang, apa yang diperjuangkan untuk kepentingan masyarakat, sehingga memang cukup mengandung tanggungjawab yang besar," jelas dia.

Namun menurutnya, dewan adat menilai dan DPRD Sitaro serta pemerintah mendukung untuk pemberian gelar adat.

"Semoga dengan gelar adat ini bisa selalu membawa adat Sitaro ke permukaan dan bisa dikenal masyaraka luas hingga ke tingkat nasional, apalagi tahun depan akan ramai lantaran bandara segera beroperasi, sehingga banyak iven yang bisa dibuat daerah dan akan mengundang wisatawan dari dalam dan luar negeri," jelasnya.

Ia menceritakan, pernah dua kali dapat undangan dari Keraton Surakarta untuk menerima gelar adat Raden, namun tak disanggupinya.

"Pasti ada kriteria penerima, mungkin dinilai  mempunyai prestasi dalam pembangunan, kesehatan, pendidikan, dan pemasyarakatan, dan saya belum sempat karena belum layak, dan belum tahu Raden itu dari mana," jelas dia.

Ia menambahkan, kalau menerima lantas gelar adat tapi tidak berbuat untuk daerah sana kan percuma.

Saat membawakan sambutan, ia meminta bantuan penerjemah bahasa daerah. (Amg)

TONTON JUGA:

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved