Berada Bersama Nahdliyin: Begini Komentar Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus menghadiri pembukaan Harlah ke-93 Nahdlatul Ulama (NU),
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus menghadiri pembukaan Harlah ke-93 Nahdlatul Ulama (NU), di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (31/1).
Mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna biru tua dan peci hitam, Presiden tiba dilokasi acara pada siang hari.
Kedatangan Jokowi disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj dan para pengurus pengurus NU, baik tingkat pusat dan wilayah nahdliyin lainnya.
Dalam sambutannya, dengan nada guyon Jokowi mengaku senang melihat anak muda NU yang sudah sakti. Ia kemudian membandingkan bagaimana dengan para sepuh NU yang hadir di acara ini.
"Saya selalu merasa adem kalau hadir bersama para kiai dan jamaah NU. Apalagi tadi melihat adik adik kita juga pemuda kita dalam berkencan silat. Saya membayangkan dalam kelapa ada benderanya. Itu yang muda-muda saktinya seperti itu. Apalagi yang sepuh-sepuh. Ngeri semuanya, yang sepuh pasti jauh lebih sakti dari itu," papar Jokowi semringah.
Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas dalam kesempatan itu mengatakan harlah NU kemarin menjadi momentum konsolidasi kaum Nahdliyin. Menurutnya, konsolidasi NU sudah dimulai pertengahan 2018, meliputi konsolidasi struktur, kultur dan program.
"Harlah dengan tema Konsolidasi Organisasi Jelang Satu Abad NU menjadi momentum konsolidasi organisasi di berbagai tingkatan. Dari struktur PB, PW, PC, MWC, Ranting, hingga Anak Ranting NU," kata dia.
Dalam sambutannya, Presiden juga menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan RUU (Rancangan Undang-undang) Pondok Pesantren. Menurutnya RUU Ponpes akan membantu mempersiapkan peserta didik Pondok Pesantren menghadapi persaingan antar negara yang semakin ketat.
“Pemerintah terus dorong agar RUU Pondok Pesantren segera diselesaikan, ini sangat penting, karena saat ini tak ada payung hukum yang jelas bagi pondok pesantren, baik soal anggaran maupun pendidikannya,” tegas Jokowi diikuti tepuk tangan kader NU yang hadir.
“Melalui RUU Ponpes ini membantu kita siapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan keahlian agar bisa membawa negara semakin maju dan bisa bersaing di revolusi industri 4.0. Sekali selamat harlah ke-43 untuk NU,” pungkas Jokowi.
Minggu (4/1) lalu, saat menghadiri harlah Muslimat NU ke 73 Presiden meminta kepada warga nahdliyin secara khusus Mulimat NU menjaga Indonesia tetap damai.
"Saya ajak semuanya, khususnya muslimat NU untuk bersama-sama menjaga persatuan, merawat persaudaraan, kerukunan kita. Kita adalah saudara sebangsa setenah air," ucap Jokowi.
Jokowi mengingatkan, pesta demokrasi yang berlangsung lima tahun sekali, seperti pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden, harus disikapi dengan ceria dan menghargai perbedaan dalam pilihan. "Baik yang ada pilihan bupati, gubernur, presiden. (Jangan) kita tak saling sapa," ucapnya.
Beberapa waktu lalu, Kiai Maruf Amin menyampaikan optimismenya bersama pasangannya, Jokowi akan memenangi 70 persen suara di Jawa Timur pada perhelatan Pilpres 2019.
"Saya kira, Jawa Timur tinggal memantapkan. Tinggal me-maintenance karena dukungan pada calon nomor urut 1 sudah mantap," ujar Maruf.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/green-festival.jpg)