Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejumlah Partai Diprediksi Kehilangan Kursi DPR RI Dapil Sulut

Pertarungan Pileg ini bukan hanya pertarungan mesin politik, tapi pertarungan figur.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Charles Komaling
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Taufik Tumbelaka 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pertarungan Pileg 2019 menuju Senayan di daerah pemilihan Sulawesi Utara diprediksi bakal ketat. Partai-partai akan berebut 6 jatah kursi DPR RI.

Taufik Tumbelaka, Pengamat Politik Sulut mengungkapkan, terjadi perubahan peta politik setelah hasil 5 tahun silam. Perhitungan konversi suara menggunakan metode saint league

Pada Pileg 2014, hanya ada 5 Partai mendudukkan wakilnya di Senayan yakni PDIP, Golkar, Demokrat, PAN dan Gerindra.

"Pertama pertarungan Pileg ini bukan hanya pertarungan mesin politik, tapi pertarungan figur. Itu pun figur yang punya kapasitas, kapabilitas dan basis pendukung. Tak bisa hanya berjuang sendiri, figur yang diusung harus saling memberikan sumbangsih suara, untuk menopang perolehan suara," kata dia.

Persoalannya, partai kesulitan kaderisasi dan minim figur menyebabkan, ada figur diusung untuk melengkapi daftar saja.

Beda dengan partai yang mengusung semua caleg sebagai pendulang suara.

Tahun 2019 ini, setidaknya ada 3 partai kemungkinan kehilangan kursi, yakni Gerindra, Demokrat, atau PAN.

Pertama Gerindra, potensi kehilangan kursi cukup besar. Pertama di Sulut, mesin politik Gerindra belum teruji, bahkan minim kader diusung menjadi kepala daerah.

Di 15 Kabupaten/kota belum ada kader Gerindra yang jadi kepala daerah, padahal posisi kepala daerah menjadi satu posisi yang stratrgis untuk memenangkan pemilu.

Kemudian, pendulang suara partai Gerindra pun pada Pileg2014 absen diperhelatan kali ini, semisal Audy Lieke, dan Glenny Kairupan. Pileg 2019 ini, Gerindra hanya mengandalkan Wenny Warouw

Partai berikutnya yang diprediksi bisa kehilangan kursi yakni PAN.
Pileg 2014, PAN mendudukan Yasti Soepredjo sebagai Anggota DPR RI, belakangan digantikan Bara Hasibuan, karena Yasti maju di pemilihan Bupati Bolmong.

Peta politik berubah, Yasti sudah hengkang dari PAN dan pindah ke Nasdem. Satu lagi pendulang suara PAN hilang.

PAN otomatis mengandalkan, Bara Hasibuan dan Putri dari Sehan Landjar, Bupati Boltim sekligus Ketua DPW PAN Sulut.

Terakhir, berpotensi kehilangan kursi yakni Partai Demokrat. Posisi Demokrat saat ini baru kehilangan kader berstatus kepala daerah, GS Vicky Lumentut yang pindah ke Nasdem.

GSVL sebagai Wali Kota Manado tak bisa dipungkiri menjadi kekuatan utama Partai Demokrat.

Demokrat kini hanya mengandalkan kefiguran tokoh E E Mangindaan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved