Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gunung Karangetang Meletus

Juffry Harap Aktivitas Gunung Karangetang Terus Turun

"Ya syukurlah, semoga tidak turun abu lagi, dan turun terus aktivitasnya," jelas Jufry warga Siau, Rabu (23/1).

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Nielton Durado
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Kondisi Gunung Karangetang terkini, Kamis (17/1) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

SITARO, TRIBUN- Aktivitas gunung Karangetang terus tenang dalam beberapa hari terakhir, membuat warga turut tenang.

"Ya syukurlah, semoga tidak turun abu lagi, dan turun terus aktivitasnya," jelas Jufry warga Siau, Rabu (26/1).\

Baca: Aktivitas Gunung Karangetang Tak Ganggu Jumlah Kunjungan Wisatawan

Baca: Pemkab Sitaro Siapkan Lelang Jabatan Terbuka, Palandung Minta Pejabat Bersaing

Sementara itu Didi Wahyudi petugas pemantau Karangetang mengatakan sejak pagi hanya tercatat gempa guguran dan hembusan saja dan sekali tektonik jauh.

Pada pagi hari guguran terjadi tiga kali dengan amplitudo 3-7 mm dengan durasi 55-60 detik, dan hembusan 7 kali dengan amplitudo 24-30 mm, durasi : 50-55 detik.

Baca: Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada Guguran Lava

Baca: Pemkab Sitaro Bakal Gelar Tulude 31 Januari

Sedangkan pada siang hari terjadi aktivitas kegempaan pengaruh hembusan sebanyak lima kali dengan amplitudo 8-20 mm, durasi 25-50 detik. Juga tektonik jauh sekali dengan amplitudo 20 mm, S-P 26 detik, durasi 96 detik.

"Status tetap siaga, sebab yang menentukan adalah dari PVMBG Pusat," jelasnya.

Masyarakat di sekitar gunung Karangetang dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan beraktivitas pada radius 2,5 km dari kawah 2 ( utara ) dan perluasan ke sektor Selatan, Tenggara, Barat dan Baratdaya sejauh 3 km.

Baca: Pendukung Ahok Gelar Doa Bersama dan Nyalakan Lilin di Mako Brimob

Baca: Ganjar Pranowo Impikan Ahok Bergabung Dukung Jokowi-Maruf

Memang diminta untuk menyiapkan masker penutup hidung dan mulut jika terjadi hujan abu, juga yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Karangetang selama musim hujan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar hujan dan banjir bandang, terutama di sepanjang bantaran kali Batuawang hingga ke pantai.(amg)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved