Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gunung Karangetang Meletus

Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada Guguran Lava

Warga Sitaro diminta untuk waspada terhadap guguran lava dan hembusan awan panas gunung Karangetang

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Chintya Rantung
Tribun Manado/Alpen Martinus
Warga Diminta Waspada Guguran Lava 

Warga Diminta Waspada Guguran Lava

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,SITARO- Warga Sitaro diminta untuk waspada terhadap guguran lava dan hembusan awan panas gunung Karangetang yang bisa terjadi kapan saja.

Sejak beberapa hari terakhir, kondisi tersebut masih saja terjadi.

Aditya Gurasali petugas di pos pemantau gunung Karangetang menjelaskan, aktivitas visual sering tidak terlihat lantaran tertutup oleh kabut kebiruan tipis.

"Namun kami mencium bau belerang," jelasnya, Jumat (18/1).

Baca: BPBD Sitaro Bakal Bentuk Pos Komando Siaga Darurat Erupsi Gunung Karangetang

Secara kegempaan tercatat untuk guguran terjadi 6 kali dengan amplitudo 3-7 mm, berdurasi 35-65 detik.

Hembusan terjadi 7 kali dengan amplitudo 15-26 mm, berdurasi 32-65 detik. Sementara
vulkanik dangkal terjadi lima kali dengan amplitudo 3-4 mm, berdurasi 4-5 detik.

Tektonik jauh juga terekam sekali dengan amplitudo 12 mm, S-P 20 detik, durasi 110 detik.

Sementara microtremor terekam dengan amplitudo 0.25-1 mm (dominan 0.25 mm) juga terekam.

"Status gunung masih siaga atau level III," jelasnya.

Masyarakat di sekitar gunung Karangetang dan pengunjung masih dilarang untuk mendaki dan beraktivitas pada radius 1,5 km dari kawah aktif dan perluasan ke sektor Selatan, Tenggara, Barat dan Baratdaya sejauh 2,5 km.

Baca: Curahan Abu Tipis Gunung Karangetang Warnai Apel Korpri Sitaro

"Waspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari material hasil erupsi 2015 karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor Selatan, Tenggara, Barat dan Baratdaya," jelasnya.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang selama musim hujan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar hujan dan banjir bandang, terutama di sepanjang bantaran kali Batuawang hingga ke pantai.(amg)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved