Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gunakan Parang. Pemburu Tebas Kepala Piton

Cerita penangkapan piton tersebut bermula saat Amad menyambangi rawa di kawasan Basirih, Banjarmasin Selatan.

Editor: Aldi Ponge
Istimewa/tribunnews
amad pemburu piton 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Amad (64), warga Komplek Dharma Praja, Banjarmasin  sudah  40 tahun menjadi seorang pemburu ular.

Ia berkeliling kawasan rawa berair di Banjarmasin untuk mencari keberadaan ular piton.

Dari sekian banyak pengalamannya berburu ular, ada satu momen yang tidak bisa dilupakan oleh Amad.

Baca: Camat : Pelaku Perampokan Sempat Sebut Nama Anak Saya

Pria yang mulai berburu ular sejak usia belasan tahun itu pernah menangkap piton sepanjang 15 meter.

Piton tersebut adalah tangkapan terbesarnya selama 40 tahun terakhir.

Cerita penangkapan piton tersebut bermula saat Amad menyambangi rawa di kawasan Basirih, Banjarmasin Selatan.

Baca: 9 februari Dekalarasi, Ketua Trisakti For Jokowi : Kami Mau Menjaga Cita-cita Reformasi 1998

Matanya fokus mencari jejak ular hingga akhirnya menemukan sesuatu yang tidak biasa.

Terdapat jalur yang sepertinya baru saja dilewati reptil cukup besar.

Hal itu terlihat dari banyaknya rumput dan semak belukar yang merebah sehingga ia meyakiniada  ular besar.

Beberapa meter mengikuti jejak tersebut, Amad melihat seekor ular piton besar sedang melingkar melindungi puluhan telurnya.

"Itu adalah ular betina. Pasti ada yang jantan di sekitar situ, pikir saya," ungkap Amad.

Amad kemudian menceburkan diri ke rawa berair dan benar saja ada sesuatu di sana.

Ia merasakan tubuh ular cukup besar di dalam air.

Baca: Kapolresta Manado Koordinasi dengan Polda Sulut Terkait Perampokan di Rumah Camat Mapanget

Tanpa menunggu lama, Amad memeluk badan ular piton tersebut dam mencoba mengangkatnya ke permukaan.

Amad tidak kuasa melakukan hal tersebut karena ular tersebut memiliki bobot sangat berat.

Ular piton jantan itu bergerak. 

Amad langsung mencari mana kepala dan mana ekor ular piton.

Berjibaku dengan ular, Amad lantas mengeluarkan parang dan menebas kepala reptil tersebut.

"Saya tak sanggup menarik ular itu ke rawa yang kering. Ular itu rupanya baru makan, jadi susah ditarik karena berat bobotnya. Akhirnya saya cabut parang dan tebas kepalanya," tukas Amad.

Seusai piton ditarik ke permukaan, Amad melanjutkan perburuan menuju ular piton betina yang sedang mengerami telur tadi.

Baca: Macan Tutul di Gunung Lawu Karanganyar Ini Ditangkap Setelah Memangsa Puluhan Kambing

Nasib si betina sama seperti si jantan, mati ditebas parang Amad.

Amad segera mengumpulkan kedua ular dan menguliti di sekitar situ juga.

"Setelah diluruskan, ternyata panjang ularnya 15 meter. Tak terbayang bagaimana jika ular tadi saat hidup melakukan perlawanan," ujar Amad.

Berhubung si jantan terlihat habis makan, Amad penasaran dengan apa yang dimangsa ular piton tersebut.

Ia khawatir jika ular tersebut telah memangsa manusia.

"Ya, khawatir juga kalau ular tadi ada memangsa manusia. Makanya saya hati-hati mengoyak, kalau dugaan saya benar, saya akan laporkan ke warga sekitar,"
ujarnya.

Setelah dibelah, ternyata isi perut ular tersebut hanya seekor kambing.

Setelah menguliti, Amad kemudian bergegas membawa kulit sepasang ular besar dan panjang itu untuk dijemur dan nantinya dijual.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Pemburu Ular Piton, Tebas Kepala Ular Piton Menggunakan Parang

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved