Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Napi dan Pengunjung Saling Ejek: Kerusuhan Pecah di Rutan Solo

Sekelompok massa menggeruduk Rutan Kelas IA Kota Solo pada Kamis (10/1) siang. Kelompok massa yang diperkirakan.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Screenshot Video
Ilustrasi Petugas Wanita Bantu Narapidana Kabur dari Rutan Cipinang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SURAKARTA - Sekelompok massa menggeruduk Rutan Kelas IA Kota Solo pada Kamis (10/1) siang. Kelompok massa yang diperkirakan berjumlah sekitar 100 orang tersebut datang mengendarai sepeda motor dan memakai masker berdatangan di depan Rutan Kelas IA Kota Solo.

Massa langsung berteriak sembari mendesak untuk masuk rutan. "Tidak ada negosiasi!," kata seorang yang ikut aksi.

Massa yang datang tersebut berteriak lantang. Mereka juga melarang awak media untuk meliput dan mengambil gambar.

"Tidak ada negoisiasi!" katanya menambahkan. Beberapa kelompok sempat bersitegang dengan pihak kepolisian namun belum sampai terjadi baku hantam.

Menurut info yang berhasil dihimpun Tribun kejadian bermula dari datangnya pembesuk yang datang pada pukul 09.30 WIB. Pembesuk tersebut berjumlah sekitar 30 orang dan berniat untuk melihat seorang napi bernama Ichsan. Namun, saat berada di dalam lapas kedua kelompok, yakni pembesuk dan narapidana bentrok.

Beberapa waktu sebelumnya, Ichsan bersama Tedi dan Komari, keduanya juga tahanan kasus kepemilikan senjata tajam dan pengeroyokan melakukan sweeping ke salah satu blok dan mendapati ada napi yang sedang bermain kartu.  Tiga orang itu meneriaki napi yang sedang bermain kartu bahwa kegiatan mereka haram. Mereka juga memukuli napi yang sedangkan bermain kartu.

Napi yang sedang bermain kartu tak terima dipukuli kemudian melapor ke teman-teman satu blok mereka. Pada Sabtu (29/12)  saat pintu blok dibuka terjadi keributan. Namun, masalah ini berhasil diselesaikan.

Selanjutnya, pada Kamis (10/1) sekitar 30 orang datang membesuk Ikhsan. Napi dan tahanan lain melihat 30 orang sekaligus diizinkan masuk ke dalam Rutan untuk membesuk dan memprotes karena sesuai aturan sekali besuk maksimal lima orang.  Para napi dan tahanan itu tidak terima dan berteriak-teriak memprotes. Pembesuk yang tidak terima diteriaki kemudian membanting pot di dekat area kunjungan. Pecahan pot kemudian dilemparkan ke dalam blok tahanan dan terjadilah keributan.

Para pembesuk yang berjumlah sekitar 30 orang itu kemudian memanggil rekan-rekan mereka yang ada di luar. Ada 200-an orang yang datang ke depan Rutan dan memaksa hendak masuk. Selang beberapa lama, para pembesuk yang ada di dalam akhirnya keluar.

Perwakilan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono, mengatakan pihaknya menyayangkan terjadinya insiden bentrok massa di Rutan Kelas IA Solo pada Kamis (10/1). "Seharusnya pengamanan di rutan tak semacam ini," kata Endro. Dari informasi yang ia dapat, kejadian serupa sudah terjadi 4 kali. Saat ditanya terkait kericuhan yang terjadi, pihaknya menjelaskan bahwa hal tersebut adalah aksi solidaritas. "Massa ini adalah massa solidaritas, kita berkepentingan untuk melerai, solidaritas saja," katanya.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan aparat keamanan Polri dan TNI setempat sudah berhasil mengendalikan suasana, sehingga keadaan telah kondusif. "Sudah kondusif. Berhasil dikendalikan aparat keamanan Polri dan TNI setempat," ujar Dedi.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, ia mengatakan awal mula kerusuhan terjadi karena adanya sebuah kelompok bernama Laskar Umat Islam Surakarta yang diejek oleh kelompok kriminal umum. Karena tidak terima, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyebut terjadi pelemparan batu antara kedua belah pihak.

"Kelompok laskar diejek oleh kelompok kriminal umum. Karena tidak terima  maka terjadi pelemparan batu dan dibalas juga. Akhirnya terjadi saling lempar," jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, pihak sipir Rutan Kelas IA Surakarta meminta bantuan Polri dan TNI untuk meredam kerusuhan itu. Jenderal bintang satu itu menegaskan kerusuhan semacam ini telah terjadi untuk yang kesekian kalinya.  "Sekarang sudah terkendali. Sebenarnya kejadian tersebut sudah yang kesekian kali, tapi baru kali ini yang agak masif," kata dia.

Akibat kerusuhan tersebut sejumlah tahanan Rutan Solo akhirnya dipindah ke Semarang. Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifai mengatakan, enam tahanan tersebut menyusul enam tahanan lain yang sudah dipindahkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved