Breaking News
Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

15 Jenazah Telah Ditemukan dari Lokasi Longsor Sukabumi

Membuka awal tahun 2019 bencana kembali terjadi di Indonesia, kali ini tanah longsor menimpa Kampung Cigarehong

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
(istimewa)
Petugas dari TNI dan Basarnas melakukan pencarian korban longsor di Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi. (istimewa) 

Selain kesaksian warga menjelang tanah longsor, proses evakuasi korban yang tertimbun juga mencekam. Longsor susulan mewarnai proses evakuasi tersebut. Tim evakuasi beserta warga berlarian menjauhi lokasi longsor.

Masyarakat yang tinggal di lereng bukit juga sempat merasa panik dan berlarian karena lokasi tersebut masih berpotensi longsor susulan. Saat dinilai cukup aman, para relawan kembali ke lokasi untuk melanjutkan proses evakuasi.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman masih berupaya menurunkan alat berat ke lokasi longsor. Namun butuh waktu karena terkendala kondisi jalan. BPBD yakin alat berat segera sampai ke lokasi longsor.

"Alat berat kami susah menjangkau lokasi, karena memang kondisi jalan yang kecil dengan tanjakan yang curam, namun kami akan mencoba secara manual saat hujan reda," ujarnya.

Warga Persulit Evakuasi

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Sutopo Purwo Nugroho meminta masyarakat yang tak berkepentingan untuk menjauhi lokasi bencana tanah longsor di Dusun Cigarehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Menurutnya ada dua faktor yang menyebabkan masyarakat untuk menghindari lokasi itu.

“Pertama warga yang hanya ingin menonton lokasi bencana akan membuat padat jalan akses menuju lokasi yang sebenarnya sudah sempit dengan medan curam, sehingga menghambat bantuan seperti logistik, personil SAR, dan ambulans untuk datang,” ujar Sutopo.

Menurut Sutopo fenomena itu selalu terjadi di lokasi bencana di seluruh Indonesia seperti tsunami di Pandeglang, longsor Banjarnegara, longsor Brebes, dan jebolnya Situ Gintung. Lalu faktor kedua adalah masih adanya potensi longsor susulan yang terjadi di lokasi itu.

“Longsor susulan masih terjadi meskipun intensitasnya kecil sehingga masyarakat diminta untuk menjauhi daerah itu untuk menghindari hal yang tak diinginkan,” tegasnya.

“Kondisi tanah yang rapuh, terurai, dan berlumpur akibat hujan juga semakin membuat tim SAR gabungan kesulitan untuk mencari warga yang masih dinyatakan hilang,” pungkasnya.

Dua Jenazah

Sementara itu dari proses evakuasi korban tanah longsor di Kampung Cigarehong saat pertama kali tim evakuasi terjun ke lokasi kejadian menemukan dua jenazah pada Senin(1/1) pagi.  Dua jenazah ini ditemukan terkubur bersama di dalam satu rumah. Dua jenazah itu merupakan orang tua dan wanita.

Danyon Armed 13 Nanggala, Mayor Arm Micha Arruan mengatakan saat itu tim evakuasi pertama kali menemukan sesosok pria tua mengenakan kemeja putih dan sarung cokelat. Kondisi jenazah tersebut memprihatinkan karena tertimbun material longsor.

"Pria tua mengenakan kemeja putih dalam keadaan telungkup, langsung kita evakuasi,"ujar Mayor Arm Micha Arruan.

Untuk jenazah yang kedua adalah seorang wanita ditemukan juga dalam keadaan telungkup. "Diduga keduanya suami istri,"ujar Mayor Arm Micha Arruan. (Tribun Network/dam/rin/zal/wly)

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved