Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Johar Ditangkap saat Mendarat di Halim: Pemain Timnas Akan Diperiksa

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan kabar penangkapan Ketua Asprov PSSI

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
tribunnews
Johar Lin Eng 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan kabar penangkapan Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng.

"Ya benar (penangkapan Johar Ling Eng)," ujar Argo saat dikonfirmasi, Kamis (27/12). Argo mengungkapkan Johar Ling Eng ditangkap terkait kasus pengaturan skor. Dirinya saat ini berstatus tersangka. "Tersangka mafia pengaturan skor," ungkap Argo.

Anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng ditangkap polisi saat tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, sekitar pukul 10.12 WIB. Johar Lin Eng ditangkap diduga karena terlibat dalam kasus pengaturan skor sepakbola di Indonesia.

Namanya mulai mencuat dalam program acara Mata Najwa jilid 2 yang membicarakan mengenai praktik pengaturan skor sepak bola Indonesia. Saat itu, Bupati Bajarnegara, Budhi Warsono beserta anaknya Lasmi Indrayani yang menjadi manajer Persibara Banjarnegara membeberkan mekanisme pengaturan skor dalam program tersebut.

Nama Johar Lin Eng dikatakan Bupati Banjarnegara Budhi Warsono dan Lasmi Indrayani sempat meminta uang Rp500 juta untuk menjadi tuan rumah fase gugur Liga 3. Johar Lin Eng yang merupakan Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah juga dituduh menjadi perantara dengan mafia berinisial Mr P. Budhi mengaku pihak Persibara menghabiskan uang hingga Rp 1,3 miliar.

“Bertempat di kedatangan Bandara Halim Perdanakusuma telah dilaksanakan monitoring giat penangkapan terhadap tersangka mafia pengaturan skor oleh Polda Metro Jaya yang dipimpin Ipda Elia Umboh,” kata Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Argo Yuwono.

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono menanggapi soal insiden penangkapan Anggota Exco PSSI Johar Lin Eng di Bandar Udara Halim PK, Jakarta Timur. Pria yang karib disapa Jokdri itu tidak banyak berkomentar.

"Singkat saja kita (PSSI) ikuti proses hukum yang berjalan," tuturnya.

Sementara itu Anggota Komite Eksekutif PSSI, Yoyok Sukawi menyayangkan penangkapan Johar. Seharusnya kata Yoyok, Johar diperiksa lebih dulu. "Saya juga terkejut karena tahunya dari grup WA wartawan. Harusnya tidak langsung ditangkap, dipanggil diperiksa dulu. Tapi untuk kebenarannya tunggu ya, saya cari informasi dulu," ujar Yoyok.

Khairul Anwar selaku kuasa hukum Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng, memberi klarifikasi terkait penangkapan kliennya tersebut. Pengacaranya itu menyebut bila Johar Lin Eng tidak ditangkap seperti yang dikabarkan.

Johar Lin Eng, menurut Khairul, hanya memenuhi panggilan dari Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk oleh kepolisian. "Bukan penangkapan, tapi panggilan pemeriksaan dari Polda Metro. Kami memenuhi panggilan dari kepolisian. Status pak johar hanya dimintai keterangan. Ini masih proses nanti saya kabari," kata Khairul.

Pemain Timnas Juga Diperiksa

Tim Satgas Anti Mafia Bola kembali mendalami dugaan kasus pengaturan skor pada sepakbola Indonesia. Rencananya, Satgas Anti Mafia Bola bakal memeriksa pemain timnas Piala AFF 2010.

"Ya, diundang, kita akan undang dulu (pemain), ini kan untuk mengklarifikasi informasi-informasi yang pernah dia (pemain) dapat dia alami dia dengar, seperti itu," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Saat ini, satgas ingin mencari tahu sosok pemain yang diduga terlibat dalam pengaturan skor. Pengaturan skor diduga terjadi saat final Piala AFF 2010. "Ini fokusnya untuk menggali aktor langsung yang menjadi pemain di lapangan dulu. Ya apalagi lebih kita fokuskan lagi siapa yang mengalami sebagai whistle blower (informan) untuk memperjelas menguatkan penyidik merumuskan konstruksi hukum," tutur Dedi.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved