Asupan Serat Cukup, Kesehatan Tubuh Terjamin
Serat juga menjaga gula darah Moms stabil, karena menjaga insulin, hormon penyimpan lemak, terkendali.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Para ilmuwan telah menekankan selama bertahun-tahun bahwa serat memainkan peran penting dalam kesehatan usus.
Kebutuhan untuk mengonsumsi makanan berserat tinggi juga selalu ditekankan oleh dokter.
Sebabnya, menurut mereka, cara terbaik untuk menghilangkan residu tak berguna yang telah menumpuk di usus adalah diet berbasis serat yang mengatur pergerakan usus.
Diet kaya serat ibaratnya 'tiket emas' untuk kesehatan sistem pencernaan.
Belum lagi dapat dikatakan bahwa makanan tinggi serat juga merupakan senjata rahasia untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya komponen ghrelin, yang dikenal sebagai hormon penekan rasa lapar untuk perut.
Jika Moms mengonsumsi lebih banyak serat, itu berarti Moms akan merasa lebih kenyang untuk waktu yang lebih lama di antara waktu makan.
Serat juga menjaga gula darah Moms stabil, karena menjaga insulin, hormon penyimpan lemak, terkendali.
Jika Moms makan malam berserat tinggi, Moms tidak hanya akan menyimpan lebih sedikit lemak tetapi lebih sedikit mengidam gula setelah makan.
Menurut banyak penelitian, diet tinggi serat dapat mengurangi risiko obesitas, penyakit jantung dan diabetes.
Apa itu serat? Menurut dokter Halit Yerebakan, editor situs kesehatan The Daily Sabah, serat hanya ditemukan dalam buah-buahan, sayuran dan biji-bijian.
Serat bertanggung jawab untuk memindahkan makanan melalui saluran pencernaan dengan cepat dan membantunya berfungsi secara optimal.
Jumlah serat yang direkomendasikan setiap hari adalah 25 gram untuk wanita dan 35-40 gram untuk pria.
Mayoritas orang, sayangnya, mengonsumsi kurang dari setengah dari rekomendasi harian.
Jika Moms kekurangan serat, sistem pencernaan Moms akan terpengaruh, dan kolesterol tinggi yang dapat menyebabkan penyakit jantung bisa timbul. Demikian juga, peradangan dalam tubuh juga dapat meningkat.
Sebaliknya, diet tinggi serat dapat mengurangi risiko beberapa kanker, penyakit jantung, sindrom usus, batu ginjal, dan obesitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-makanan-berserat_20180103_131233.jpg)