Gunung Karangetang Masih Siaga, Terjadi Gemuruh Angin, Wisatawan Diimbau Tak Lakukan Pendakian

Untuk aktivitas kegempaan menurut pemantau gunung Karangetang terjadi hembusan delapan kali dengan amplitudo 15-48 mm, dengan durasi 41-52 detik.

Gunung Karangetang Masih Siaga, Terjadi Gemuruh Angin, Wisatawan Diimbau Tak Lakukan Pendakian
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Gunung Api Karangetang pada Rabu (26/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Status gunung api Karangetang masih pada level III atau siaga.

Bedasarkan pantauan petugas pemantau di Kampung Salili hingga pukul 12.00 WITA, RABU (26/12/2018), secara visual gunung tertutup kabut 0-II hingga kabut 0-III sehingga asap kawah tidak teramati.

Gunung Api Karangetang pada Jumat (21/12/2018)
Gunung Api Karangetang pada Jumat (21/12/2018) (TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS)

Untuk aktivitas kegempaan menurut Aditya Gurasali pemantau gunung Karangetang terjadi hembusan delapan kali dengan amplitudo 15-48 mm, dengan durasi 41-52 detik.

Tremor harmonik terjadi lima kali dengan amplitudo 8-40 mm, berdurasi 46-261 detik.

Baca: Gunakan Bahasa Indonesia, Hyoyeon SNSD Doakan Korban Tsunami Selat Sunda

Sementara tektonik jauh terjadi sekali dengan amplitudo 20 mm, S-P 26 detik, berurasi 96 detik.

Juga terjadi gemuruh angin .

Ia merekomendasikan agar masyarakat di sekitar gunung Karangetang dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam radius 2.5 km dari Kawah 2 (kawah utara) dan Kawah Utama (kawah Selatan) ke arah Utara-Timur-Selatan-Barat dan radius 3 km ke arah barat laut.

Baca: Warga Bengkulu Dihebohkan dengan Suara Dentuman Misterius, Saksi Sebut Suara Berasal dari Laut

"Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai," jelasnya.

Baca: Soal Sosok Pria Viral yang Ngevlog di Depannya, Kaesang Pangarep: Bukan Limbad

Ia juga meminta masyarakat di sekitar gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu. (Amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved