Breaking News
Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Udeng Selamatkan Bocah saat Terseret Tsunami, BNPB Update Jumlah Korban

Udeng Sudirman (45), warga Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, korban selamat dari terjangan tsunami Banten.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Rilis Tribun Wow
Gambar pantauan udara pasca tsunami Selat Sunda 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SUKABUMI - Udeng Sudirman (45), warga Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, korban selamat dari terjangan tsunami Banten mengaku bertemu dengan seorang anak perempuan yang mengaku sebagai putri Heriyanto alias Aa Jimmy, komedian yang turut menjadi korban musibah tersebut.

Pertemuan itu terjadi usai tubuh pegawai PLN itu tersangkut pohon setelah sebelumnya terombang-ambing selama kurang lebih 20 menit terbawa air bah tsunami.

"Tsunami awal itu kurang lebih 21.10 WIB saya terombang-ambing, sampai saya sadar sekitar pukul 21.30 WIB saya ingat badan tersangkut pohon. Di sekiling saya mayat semua, kondisi crowded banget ya," tutur Udeng kepada awak media di kediamannya.

Dalam kondisi masih diselimuti kepanikan, Udeng dihadapkan suasana kengerian yang luar biasa. Tubuh-tubuh korban tsunami bergelimpangan tak menentu, dia lantas mencoba untuk turun dengan cara merayap dari atas pohon.

"Pas saya mau turun, ada satu anak mau naik. Dia memelas bilang om tolongin saya om saya takut jangan ditinggalin. Saat itu saya tanya kamu anak siapa dia bilang saya anak Aa Jimmy, langsung saya gendong," ungkapnya.
Udeng kemudian turun lalu memeluk anak itu, seraya terus memberikan kalimat menenangkan secara berulang.

"Saya bilang, kamu aman kamu aman dek gitu aja berulang. Saya jalan sambil nahan sakit di seluruh tubuh saya terus jalan sambil meluk anak itu. Setelah itu saya ketemu enggak tahu Budenya enggak tau susternya saya kasihin ke dia, karena saat itu kondisi saya juga enggak kuat menahan sakit jalan juga tertatih. Tapi anak itu tetap mau mencari keluarganya," beber Udeng.

Selain anak yang mengaku putri Aa Jimmy, Udeng juga bertemu dengan bebedapa korban lain yang masih dalam kondisi hidup. Dia tidak kuasa memberikan pertolongan karena kaki kanannya juga patah.
"Saya terus bilang ke korban tersebut, saya cari bantuan karena kondisi saya juga tidak memungkinkan," tandas dia.
Sementara itu diketahui, Aa Jimmy dan istrinya Hati Nur Illah (Sebelumnya ditulis Hetti) menjadi korban tsunami. Keduanya telah dimakamkan.

Saat kejadian, Aa Jimmy membawa istri dan tiga anaknya yaitu Radea Putri (8), Naisya Rafani (3) dan Radisya Yumna (3 bulan).

Radisya selamat karena saat kejadian sedang berada di Cottage sekitar 200 meter ke lokasi Gathering PLN. Sementara Radea dan Naisya sempat dinyatakan hilang. Naisya sudah ditemukan dengan kondisi meninggal dunia. Balita itu sudah dimakamkan di samping pemakaman kedua orangtuanya.

Jasad Radea sudah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Jasad Radea sudah dibawa ke RSUD Pandeglang, Banten.

Sementara, abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau mulai turun di sekitar Banten. Warga di Cilegon, Pandeglang hingga Serang mulai merasakan ada debu vulkanik.

"Bahkan ada di Labuan (Pandeglang), kepala Basarnas Banten sudah kasih info. Bahkan sudah sampai ke Labuan," kata tarjono Kasi Datin BMKG Serang saat dikonfirmasi detikcom, Pandeglang, Banten, Rabu (26/12/2018).

Katanya, laporan mengenai adanya abu vulkanik Anak Krakatau bahkan ada di Cilegon dan Serang. Seorang warga Cilegon yang dikonfirmasi membenarkan bahwa ada abu vulkanik di kawasan sana.

"Iya, semacam kaya pasir kecil warna hitam kecil. Saya di PCI Cilegon," kata Darjat warga kota Cilegon saat dihubungi terpisah. Menurutnya, mobil di kawasan perkantoran di PCI Cilegon juga merasakan adanya debu vulkanik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) mencatat, korban tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) itu, terus bertambah.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved