Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Nasional

10 Hoaks Paling Berdampak Sepanjang 2018 Versi Kominfo: Ada Ratna Sarumpaet

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memaparkan, ada 10 konten hoaks paling berdampak selama tahun 2018.

Editor: Aldi Ponge
Net
Berita Hoax 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memaparkan, ada 10 konten hoaks paling berdampak selama tahun 2018.

Dampak yang ditimbulkan dari konten-konten hoaks yang beredar itu pun relatif beragam.

Ada konten yang membuat masyarakat resah dan takut, hingga menjadi konten yang menarik perhatian masyarakar luas melalui pemberitaan di media massa.

 
Dilansir TribunWow.com dari rilis yang dikeluarkan oleh Kominfo, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Komindo, Ferdinandus Setu, dalam siaran persnya Rabu (19/12/2018) menyampaikan, berdasarkan pemantauan mesin pengais konten Sub Direktorat Pengendalian Konten internet Direktorat Pengendalian Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, ada sejumlah konten terindikasi hoaks yang memiliki dampak luar biasa selama tahun 2018.

Baca: Deretan Kota Terbengkalai karena Ditinggalkan Penghuninya, Ada yang Kaya Emas dan Berlian

Baca: Cinta Laura Banjir Dukungan untuk Mengikuti Ajang Miss Universe, Ini Responnya

Baca: Deretan Fakta Driver Ojek Online Selamatkan Wanita yang akan Bunuh Diri: Tawarkan Roti Manis

Berikut ini 10 konten terindikasi hoaks yang disebut paling berdampak selama tahun 2018

1. Hoaks Ratna Sarumpaet

Polemik Ratna Sarumpaet
Polemik Ratna Sarumpaet (Tribunnews.com)

Konten hoaks paling berpengaruh merupakan hoaks soal pengeroyokan Ratna Sarumpaet.

Pemberitaan terkait penganiayaan Ratna Sarumpaet oleh sekelompok orang itu pertama kali beredar di laman Facebook pada tanggal 2 Oktober 2018.

Pemilik akun Swary Utami Dewi adalah yang pertama mengunggah konten hoaks soal Ratna.

Unggahan itu disertai dengan tangkapan layar (screenshoot)aplikasi pesan WhatsApp yang disertai foto Ratna Sarumpaet.

Konten tersebut kemudian diviralkan melalui Twitter dan diunggah kembali serta dibenarkan oleh beberapa tokoh politik tanpa melakukan verifikasi akan kebenaran berita tersebut.

Setelah ramai diperbincangkan, konten hoaks pun ditanggapi Kepolisian yang langsung melakukan penyelidikan setelah mendapatkan tiga laporan mengenai dugaan hoaks pada pemberitaan tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan Kepolisian, Ratna diketahui tidak dirawat di rumah sakit dan tidak pernah melapor ke Polsek di Bandung dalam kurun waktu 28 September sampai dengan 2 Oktober 2018.

Saat kejadian yang disebutkan pada 21 September, Ratna diketahui tidak sedang di Bandung, tempat ia mengaku dipukuli.

Hasil penyelidikan menunjukkan Ratna datang ke Rumah Sakit Bina Estetika Menteng, Jakarta Pusat, pada 21 September 2018 sekitar pukul 17.00 WIB.

Direktur Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan Ratna telah melakukan perjanjian operasi pada 20 September 2018 dan tinggal disana hingga 24 September.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved