Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

FDA Memperingatkan Bahaya Konsumsi Cookie Dough

Meskipun terlihat aman dan nikmat, tetapi Food and Drug Administration (FDA) memperingatkan bahaya konsumsi cookie dough.

Editor:
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Akhir-akhir ini cookie dough menjadi salah satu makanan kekinian yang menarik perhatian banyak orang. 

Banyak bakery yang menjual cookie dough dengan berbagai macam varian topping. 

Mulai dari chococips, sprinkles (meses warna-warni), dan permen warna-warni.

Tren makanan ini berasal dari Amerika Serikat.

Meskipun terlihat aman dan nikmat, tetapi Food and Drug Administration (FDA) memperingatkan bahaya konsumsi cookie dough.

Seperti namanya, cookie dough ini masih berupa adonan yang belum dipanggang menjadi kukis alias dimakan mentah.

Cookie dough terbuat dari campuran tepung, telur, mentega, gula, ekstrak vanila, baking powder, susu, dan garam.

FDA memperingatkan bahwa tepung di dalam cookie dough yang mentah sangat rentan terhadap kuman E.coli. 

Kuman tersebut hanya terbunuh ketika makanan yang dibuat dengan tepung dimasak.

Tidak hanya itu, telur mentah yang digunakan untuk membuat cookie dough bisa mengandung salmonella.

Untuk menghindari bahaya kesehatan yang tidak diinginkan, tepung dan telur yang diolah untuk cookie dough harus melewati proses pasteurisasi terlebih dahulu.

Proses pasteurisasi adalah proses pemanasan makanan dalam suhu 72' Celsius selama 15 detik.

Bila dua bahan tersebut sudah melewati proses pasteurisasi, maka cookie dough dapat dikatakan aman.

Pada tahun 2016 lalu, Badan Pangan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) pernah merilis peringatan konsumsi cookie dough yang berbahan tepung dan telur mentah.

Inilah mengapa mengonsumsi cookie dough buatan rumah justru lebih berbahaya dibandingkan dengan buatan pabrik.

Hal ini dikarenakan beberapa orang belum tahu kalau tepung dan telur harus dipasteurisasi terlebih dahulu sebelum disantap. 

Selain itu, suhu dalam proses pasteurisasi harus stabil dan sebaiknya menggunakan alat khusus.(*) 

Sumber: Nakita
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved