Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Belanja Online Nasional, Denny Tewu: Perhatikan antara Keinginan dan Kebutuhan

Denny Tewu, calon DPD RI 2019-2024 menilai kemudahan mendapatkan barang-barang melalui online adalah suatu keniscayaan.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Siti Nurjanah
Ist
ML Denny Tewu, calon DPD RI 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Denny Tewu, calon DPD RI 2019-2024 menilai kemudahan mendapatkan barang-barang melalui online adalah suatu keniscayaan.

Semakin lama menjadi gaya hidup masyarakat digital.

Denny menilai konsumen umumnya diuntungkan karena memotong banyak mata rantai perantara sehingga harga bisa menjadi lebih murah, tetapi untuk konsumen tentu harus tetap menjaga antara keinginan dan kebutuhan, karena kebutuhan sesungguhnya terbatas, sementara keinginan tak terbatas.

Baca: Pernikahan Adly Fairuz Terancam Batal, Angbeen Rishi Mengaku Dijodohkan dengan Pria Lain

Baca: Batal Menikah dengan Dita Soedarjo, Denny Sumargo: Saya Tidak Bisa Menjadi Sempurna!

“Jadi pintar-pintar memilih barang, apapun itu sebaiknya disesuaikan kebutuhan saja. Umumnya barang-barang yang ada di rumah hanya kisaran 30% yang dipakai secara maksimal, sementara yang 70 % tidak terpakai,” sambung Denny yang mendapat nomor urut 34 untuk DPD RI Dapil Sulut.

Pandangan Doktor Manajemen Bisnis Akuntansi ini terkait Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang merupakan kegiatan tahunan dan diselenggarakan bersama oleh berbagai e-commerce di Indonesia pada 12 Desember 2018 dengan dukungan dari sejumlah mitra. Harbolnas kini telah menginjak tahun keenam, dengan lebih dari 250 e-commerce yang berpartisipasi.

Baca: Cara Mudah Telepon Gratis ke Nomor HP Simpati, Tri, XL hingga Kartu As, Cocok Untuk yang Lagi LDR-an

Baca: Rangkaian Kegiatan Sambut Hari Ibu di Kotamobagu Resmi Dibuka

Saran dia lagi untuk konsumen belilah barang sesuai kebutuhan, dan beri penilaian atas transaksi yang dilakukan sehingga pembeli lain bisa menjadikan kita referensi apakah transaksi berjalan lancar sesuai antara yang ditawarkan dengan yang didapatkan, atau ada masalah tertentu. Jadi konsumen online perlu ada persatuan untuk menilai para penjual online di market.

“Belanja online semakin lama akan semakin marak, hal ini tidak bisa dibendung, justru pemerintah perlu membuat regulasi-regulasi yang bisa menjamin keamanan bertransaksi secara online tersebut,” tambah Dosen Magister Manajemen UKI ini .

Baca: Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia dan Sumber Kekayaannya

Baca: Sosok Arini Subianto, Wanita Terkaya di Indonesia Berjuang Besarkan Anak dan Urus Bisnis Keluarga

Denny menyoroti pula bahwa generasi milineal sudah banyak yang berbisnis online, mereka tahu bagaimana mendapatkan keuntungan dari kemajuan dunia digital, bahkan mereka bisa mendapatkan dana yang banyak saperti para youtuber, atau facebooker dan lain-lain,

"Justru mereka yang perlu diawasi agar mereka tahu memanfaatkan uangnya, karena kalau tidak siap mental, dana-dana yang besar itu bisa saja disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak baik kedepan,” kata dia.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved