Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ketika Edy Rahmayadi Terangkan Geografis Indonesia hingga Luas Belgia

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi angkat suara soal pengaturan skor yang banyak menjadi perbincangan.

Editor: Indry Panigoro
KOMPAS.com/Ferril Dennys
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pada acara kerja sama PSSI-BRI, Rabu (1/8/2018) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi angkat suara soal pengaturan skor yang banyak menjadi perbincangan.

Tribunmanado.co.id mengutip TribunWow.com dari Instagram officialinewstv, Jumat (7/12/2018) Edy menjawab wawancara wartawan soal pengaturan skor.

"Selama ini apa yang menjadi kesulitan bagi PSSI untuk pemberantasan oknum pengaturan skor," suara dalam video tersebut.

Mendapatkan pertanyaan itu, Edy menjelaskan jumlah provinsi yang ada di Indonesia dan perbandingan dengan Belgia.

Baca: Sering Minta Maaf, Prabowo Subianto: Saya Kerap Diledek

"Begitu besarnya Indonesia ini, kita mempunyai 34 provinsi, kalau Belgia naik sepeda motor bisa keliling Belgi, tapi di Indonesia, pakai pesawat pun dari Medan menuju ke Papua sama dengan Medan naik haji ke Mekkah, itu panjangnya geografis Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan, karena begitu beragamnya Indonesia, maka sering sulit untuk mengawasi hal tersebut.Oleh sebab itu, dibutuhkan banyak guru agama serta wartawan agar bisa ikhlas.

"Dan begitu beragamnya kita, sulit untuk mengawasi itu karena nanti ke depan perlu diperbanyak guru ngaji, pendeta, supaya benar-benar ikhlas termasuk wartawannya," jawabnya.

Lalu, ia juga menjawab soal keinginannya mundur dari PSSI.

"Apa benar bapak sempat berkeingan mundur dari PSSI kenapa pak?," pertanyaan lagi untuk Edy.

"Udah saya batalkan, saya tetap sampai 2020," jawabnya.

Sebelumnya, Edy Rahmayadi juga angkat suara soal kondisi persepakbolaan Indonesia dan masyarakat yang dianggap menyudutkan dirinya.

Menurutnya, kalau dibandingkan dengan negara lain, kondisi sepak bola Indonesia masih jauh tertinggal.

Baca: Update Klasemen Liga 1 2018: Bhayangkara FC Tumbangkan Bali United dan Geser Posisi Persib Bandung

Hal itu sudah disampaikan Edy kepada Presiden RI Joko Widodo, 23 menteri, dan anggota DPR RI Komisi X, sebulan setelah dirinya menjabat Ketua PSSI.

“Kalau dibandingkan dengan negara lain, Indonesia masih jauh tertinggal. Bisa dilihat dari jumlah pemain, sarana stadion, dan lainnya. Saya bilang sama Presiden kalau kita belum punya pemain bola yang pas, kuantitas saja masih kurang, apalagi kualitas,” kata Edy, Rabu (5/12/2018).

Berdasarkan data 2016, jumlah pemain Indonesia sangat minim.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved