Bersama Kepala TNBNWB Warga Bolsel Selamatkan Burung Maleo
Warga Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menggelar aksi nyata menyelamatkan burung maleo dari kepunahan.
Penulis: | Editor: Indry Panigoro
Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken
TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Warga Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menggelar aksi nyata menyelamatkan burung maleo dari kepunahan.
Mereka mengumpulkan telur yang tersebar di wilayah hutan batu manangis kemudian dipindahkan ke lokasi penangkaran.
Kata Kepala Taman Nasional Bogani Nanti Wartabone (TNBNWB) Resort Pantai Selatan, Asep Solihin, aktifitas penyelamatan burung endemik ini telah dilakukan sejak tahun 2017 silam.
Baca: 28 Destinasi Wisata Pantai dan Danau yang Dimiliki Boltim
"Mereka kelompok binaan kami yang sudah dikukuhkan secara resmi pada Juli 2018 lalu," jelasnya, Minggu (09/12/2018) di sela-sela aktivitas kerjannya.
Kata Asep, mereka secara teratur mengumpulkan telur maleo yang dikubur oleh induknya dalam tanah agar tidak dimakan predator.
Kegiatan tersebut aktif dilakukan sejak September sampai November 2018 dan bekerjasama dengan EPASS TNWB dan KPHP Wilayah II Resort Bolaang Uki Posigadan.
“Sedikitnya 23 telur maleo sudah ditanam di lokasi pengeraman. Saat ini telur-telur tersebut sedang menunggu menetas. Kita doakan saja semua telur yang ada bisa memberikan hasil yang maksimal,” ujar Asep.
Dijelaskan, telur tersebut ditempatkan di lokasi penangkaran dengan suhu udara 34 derajat selama kurang lebih 60 hari lamanya.
Baca: Wabup Yanny Dampingi Tim Surveyor di Puskesmas Poigar
"Unik, karena bukan induk yang mengerami tapi alam," jelasnya.
Selain tanjung Binerean, daerah tersebut merupakan daerah yang dihuni oleh burung kebanggaan warga Bolaang Mongondow Raya. Semua dibuktikan dengan jumlah telur yang dikumpulkan.
Kata dia, bukan hanya tugas anggota TNBNW untuk menyelamatkan keberlangsungan kehidupan hewan endemik tersebut, melainkan seluruh masyarakat.
Baca: 13 Desember 2018, 394 Peserta CPNS Bolmong Tentukan Nasib
Sebab kata dia lagi, tantangan terbesar bagi timnya agar ikut menjaga burung yang hampir punah tersebut.
Sekadar diketahui Maleo Senkawor atau Maleo, yang dalam nama ilmiahnya Macrocephalon maleo adalah sejenis burung berwarna hitam berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm, dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon.
Kenaikannya saat baru menetas anak burung maleo sudah bisa terbang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/penyelamatan-telur-burung-maleo.jpg)