Stateless Lega Jadi WNI di Era Jokowi, UNHCR: 8.744 Stateless di Filipina-Sangihe
Stateless, status orang yang tak punya kewarganegaraan, di Sulawesi Utara dan Mindanao Filipina diperkirakan.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Stateless, status orang yang tak punya kewarganegaraan, di Sulawesi Utara dan Mindanao Filipina diperkirakan mencapai 8.744 orang.
Mereka tersebar di daerah perbatasan antara Nusa Utara (Indonesia) dan bagian selatan Filipina. Pemberian status Warga Negara Indonesia (WNI) kepada terhadap 277 stateless membawa angin segar bagi ribuan lainnya.
Bak sinetron dengan kisah yang rumit, namun berakhir bahagia. Begitulah kisah cinta Richard Nolasco dan Kristina Takarondakaken.
Richard adalah warga pendatang asal Filipina yang tidak memiliki dokumen kependudukan hingga berstatus stateless.
Sedang Kristina, warga asli Kota Bitung yang tinggal di pesisir pantai. Keduanya bertemu, jatuh cinta, tapi tak bisa menikah karena status kewarganegaraan Richard tak jelas. Tak ada satupun pendeta yang sudi memberkati mereka.
Dinas Catatan Sipil pun enggan mencatat pernikahan mereka. Bertahun-tahun hidup bersama, kabar baik akhirnya menjumpai keduanya jelang Desember.
Permohonan jadi WNI Richard akhirnya dikabulkan pemerintah Indonesia. Richard bersama 277 stateless lainnya memperoleh dokumen kependudukan sebagai warga negara Indonesia secara simbolis pada pembukaan Christmas Festival Sulut 2018 di area Pohon Kasih Megamas, Manado Sabtu (1/12) malam. Tak tanggung, mereka beroleh surat WNI dari MenkumHAM Yasonna Laoly.
Richard salah satu penerima SK WNI yang berkesempatan foto bersama Yasonna. "Saya sangat bahagia, ini hari terindah dalam hidup saya," kata dia kepada tribunmanado.co.id di sela acara.
Richard terlihat larut dalam bahagia. Air matanya menetes terus hingga tak sanggup meneruskan wawancara. Kristina mengatakan, Richard datang ke Bitung sembilan tahun lalu.
"Ia datang dari General Santos (Filipina) memakai perahu kecil, bertaruh nyawa demi merubah hidup, ia menjadi nelayan," kata dia.
Perjumpaannya dengan Richard berlangsung di tepi pantai, saat Richard baru selesai melaut. Keduanya terlibat percakapan, awalnya basa basi, berlanjut serius.
Pertemuan berlanjut dan pada akhirnya Richard menyatakan cintanya. "Saya terima karena ia sangat rajin dan perhatian, " kata dia.
Singkat kata, Richard akhirnya mengajak menikah. Namun keduanya tidak menyadari jika hal itu tak mungkin terwujud dengan status Richard.
"Kami berdua memohon menikah, tapi tak ada pemuka agama yang mau menikahkan karena status Richard, mereka hanya mau membimbing kami," kata dia.
Terhalang tembok, namun Kristina tak mau tinggalkan Richard. Ia rela hidup bersama dengan Richard. Setiap minggu, keduanya ke gereja dan memohon pada Tuhan agar bisa dipersatukan. "Suami saya selalu berusaha hadir di gereja, kami berdoa sambil berurai air mata, " kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/menkumham-yasonna-laoly-111.jpg)