Fakta-fakta NH Dini - Cita-Cita Masinis, Anak Mengagumkan hingga Masa Tua di Panti Jompo
Fakta-fakta NH Dini - Cita-Cita Masinis, Anak Mengagumkan hingga Masa Tua di Panti Jompo.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Fakta-fakta NH Dini - Cita-Cita Masinis, Anak Mengagumkan hingga Masa Tua di Panti Jompo.
Kepergiaanya mengagetkan dunia satra, berikut 7 fakta sastrawan NH Dini, lahir tahun kabisat, cita-cita masinis, pilih tinggal di wisma lansia.
Sastrawan NH Dini meninggal dunia di usiannya yang ke 82. Ia berpulang lantaran kecelakaan yang menimpanya di ruas Jalan Tol Tembalang Kilometer 10, Kota Semarang, Selasa (4/11/2018).
Baca: Mengenal Sosok NH Dini, Istri Diplomat Perancis hingga Sang Anak Jadi Sutradara Film Despicable Me
Baca: Kecelakaan Menewaskan NH Dini Mendunia, Penggemar Kartun Minion Ikut Berduka
Ia sempat dirawat di RS Elisabeth Semarang sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Berikut 7 fakta sastrawan bernama asli Sri Hardini ini:
1. Lahir di tahun kabisat
NH Dini lahir di Semaran, Jawa Tengah, 29 Februari 1936.
Ulang tahunnya dirayakan empat tahun sekali.
2. Suami
Dini menikah dengan seorang diplomat Perancis, Yves Coffin, yang dikenalnya pada 1956.
Pada 1960 ia meninggalkan Indonesia dan pindah ke Kobe Jepang.
Ia kemudian berpindah dari satu negara ke negara lain mengikuti karir sang suami.
3. Anak-anak

Dari hubungan dengan Coffin ini ia dikaruniai dua orang anak.
Mereka adalah Marie-Claire Lintang Coffin dan Pierre Louis Padang Coffin.
Pierre Louis Padang Coffin adalah seorang kreator Minions, film Despicable Me, Despicable Me 2 dan Minions.
4. Cita-cita
Dini memiliki cita-cita awal sebagai masinis kereta api.
Namun cita-citanya ini tidak kesampaian lantaran pada tahun 1950-an belum ada sekolah
Baca: 631 Mobil Daihatsu Keren Ramaikan Grand Final Daihatsu Dress-Up Challenge 2018
5. Menulis sejak SD
Sejak duduk di bangku SD, NH Dini gemar menulis.
Bakatnya menulis fiksi semakin terasah di sekolah menengah.
Pada saat itu, NH Dini sudah mulai mengisi majalah dinding sekolah dengan sajak dan cerpennya.
NH Dini menulis sajak dan prosa berirama ketika usianya masih 15 tahun.
Saat itu, NH Dini juga membacakan karyanya di RRI Semarang.
Sejak itu, NH Dini mulai rajin mengirim sajak-sajak ke siaran nasional di RRI Semarang dalam acara Tunar Mekar.
Penulis kelahiran Semarang ini juga pernah meraih penghargaan SEA Writedi bidang sastra dari Pemerintah Thailand.
6. Pondok baca NH Dini

Dini mendirikan Pondok Baca di Sekayu Semarang pda tahun 1986 setelah bercerai.
Pondok baca tersebut dinamai "Pondok baca NH. Dini".
7. Tinggal di panti jompo
Di masa tuanya NH Dini memilih untuk menghabiskan waktunya di panti wreda.
Dini memilih tinggal di Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik, Semarang.
Dikutip dari tribunmedan.com, keponakan Dini bernama Paulus Dadik mengatakan Dini tak ingin merepotkan keluarga dan suka hidup mandiri.
"Terakhir kumpul itu dua bulan yang lalu. Beliau orangnya tidak mau merepotkan keluarganya. Dia menjual aset dan memilih tinggal di panti jompo," katanya.
"Beliau ingin mandiri. Tekun juga, dan saya lihat suka berkebun,"tandasnya. (Triroessita / TribunStyle.com)