Inilah Kronologi Cuitan Dubes Arab Saudi Osamah Tentang Reuni Akbar 212 yang Diprotes PBNU
Inilah Kronologi Cuitan Dubes Arab Saudi Osamah Tentang Reuni Akbar 212 yang Diprotes PBNU.
ننصح السائح السعودي بالابتعاد عن أماكن التجمع الواقعة في محيط منتزة موناس لكثرة الازدحام
Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, seperti ini cuitan Osamah:
"Berkumpulnya jutaan manusia dalam rangka persatuan Islam
Rakyat bekerja sama dalam rangka menjaga keamanan nasional
Dihadiri oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan, calon Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon
Diimbau kepada warga negara Saudi untuk tidak mendekati keramaian dan kemacetan yang berada di wilayah Monas tersebut."
Lantaran cuitan pertama Osamah telah beredar di media sosial, ada reaksi dari PBNU.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj memprotes tindakan Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia, Osamah bin Mohammed al-Shuaibi telah mencampuri urusan politik Indonesia lewat cuitan Twitternya.
Baca: Sompie Resmikan Kantor Imigrasi Kelas III Kotamobagu
Baca: Jin BTS Ulang Tahun - Ini Julukan Lucu Untuknya dari Para Army, Member hingga Keluarga
Menurut Ketua Umum PBNU, komentar Osamah dalam akun Twitter yang kemudian dihapus itu telah melangkahi wewenangnya.
"Dalam pandangan kami, Osamah telah melakukan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya," tegas KH Said Aqil Siroj, dalam keterangan tertulisnya kepada Tribunnews.com, Senin (3/12/2018).
Padahal, Indonesia adalah negara yang memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Kerajaan Arab Saudi (KSA).
Terlebih, 20 persen dari total jamaah haji di Arab Saudi merupakan rakyat Indonesia.
Diketahui, Kegiatan Reuni 212 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018), menyajikan pemandangan yang unik.
Peserta yang sebagian besar hadir sejak Sabtu (1/12/2018) malam itu berasal dari segala usia. Mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Pantauan Tribunnews.com, tak sedikit para peserta yang memboyong keluarganya.