Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perokok Harus Lebih Sering Sikat Gigi dan Berkumur?

Merokok memang bisa meninggalkan aroma tak sedap pada mulut, sekaligus membuat mulut jadi kering.

Editor: Indry Panigoro
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Merokok memang bisa meninggalkan aroma tak sedap pada mulut, sekaligus membuat mulut jadi kering. Merokok juga menjadi salah satu pemicu penyakit gusi.

Maka itu, perokok harus lebih cermat dalam merawat kesehatan gusi, gigi, lidah, dan rongga mulut secara keseluruhan. Lalu perokok harus seberapa sering sikat gigi dan berkumur dalam sehari? 

Baca: Bubarkan Pesta Nikah, Tim Paniki Temukan Seorang Remaja Bawa Sajam

Sebelum mengetahui apakah orang yang merokok perlu lebih sering sikat gigi dan berkumur, pahami dulu dampak rokok pada rongga mulut kita. Ketua Kolegium Dokter Gigi Indonesia (KDGI) sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, drg. Sri Angky Soekanto, Ph.D., PBO angkat bicara soal hal ini.

“Di dalam rokok itu kan ada tartar, nikotin, dan bahan-bahan beracun lainnya. Bahkan asap dari rokok saja sudah bisa membuat mulut kering,” tutur drg. Sri Angky seperti dikutip HelloSehat.

Drg. Sri Angky melanjutkan, “Nah, mulut itu bisa diperiksa asam-basanya. Kalau terlalu asam, maka mikrobioma (keseimbangan bakteri jahat dan baik dalam tubuh) bisa terganggu."

"Mulut yang kering karena merokok akan membuat mulut jadi asam dan rentan kena penyakit gusi. Bahkan banyak minum air saja belum cukup untuk menggantikan air liur dan menyeimbangkan mikrobioma pada rongga mulut seorang perokok.”

Baca: Pekan Lalu Siswa Empat Sekolah Nyaris Tawuran, Ini Kata Sekda

Belum lagi merokok bisa melemahkan sistem imun seseorang. Maka bila ia kena infeksi gusi, imunnya tidak cukup kuat untuk melawan bakteri jahat penyebab infeksi.

Rokok juga bisa membuat gigi keropos. Sebab, kondisi mulut asam tadi bisa menyebabkan lepasnya mineral-mineral seperti kalsium dan fluoride dari gigi. Inilah yang membuat gigi keropos.

Perokok harus lebih sering sikat gigi apa tidak?

Ilustrasi bau mulut
Ilustrasi bau mulut(shutterstock)

Menurut drg. Sri Angky, tentu saja seorang pero

Baca: Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Sulut Meningkat

kok membutuhkan perawatan gigi dan gusi yang ekstra. Kamu harus benar-benar memerhatikan kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan, bahkan harus lebih sering periksa ke dokter gigi.

“Akan tetapi, kebiasaan merawat mulut yang baik tetap tidak bisa mengejar atau memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh merokok, misalnya mulut kering,” papar drg. Sri Angky.

Jadi, perokok memang harus lebih sering sikat gigi dan berkumur, terutama di malam hari sebelum tidur. “Itu harus, ya. Tidak bisa tidak,” katanya.

Baca: 379 CPNS Kotamobagu Masuk Daftar Peserta SKB

Lebih jauh, drg. Sri Angky berpesan bahwa tentu akan lebih mudah untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut bila tidak merokok sama sekali. Dengan begitu, kita juga tak perlu khawatir sudah cukup sering sikat gigi apa belum.

Pada intinya, usahakan untuk berhenti merokok. Namun, bila kamu masih dalam proses untuk berhenti, sebaiknya rutin sikat gigi minimal dua kali sehari (bisa juga tiga kali, yang terakhir pada malam hari sebelum tidur) dan berkumur dengan mouthwash dua kali sehari.

Drg. Sri Angky juga mengingatkan perokok agar lebih sering periksa ke dokter gigi untuk memantau kondisi rongga mulut dan mencegah penyakit yang lebih serius. Kalau orang yang tidak merokok dianjurkan untuk periksa minimal setiap 6 bulan sekali, seorang perokok harus lebih sering lagi.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved