Pekan Lalu Siswa Empat Sekolah Nyaris Tawuran, Ini Kata Sekda

Sekda Kota Kotamobagu Adnan Massinae menanggapi adanya kejadian menyimpang yang dilakukan siswa dari empat sekolah menengah atas di Kota Kotamobagu.

Pekan Lalu Siswa Empat Sekolah Nyaris Tawuran, Ini Kata Sekda
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Adnan Massinae 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU -  Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kotamobagu Adnan Massinae menanggapi adanya kejadian menyimpang yang dilakukan siswa dari empat sekolah menengah atas di Kota Kotamobagu.

"Ini memang ada beberapa aspek yang mendasar. Biasanya gengsi siswa dari berbeda sekolah. Kemudian saling membanggakan, lalu saling memprovokasi," ujar Adnan kepada Tribunmanado.co.id, Senin (03/12/2018) pagi ditemui di Aula Kantor Wali Kota Kotamobagu. 

Baca: Polsek Singkil Amankan 7 Pemuda yang Sedang Asyik Miras

Menurut sekda, biasanya ada persaingan kelompok antar siswa dari berbagai sekolah. "Di setiap sekolah ada kelompok siswa.Kemudian kelompok ini disusupi lalu di provokasi," ujar Adnan.

Sehingga kata Adnan ini harus diantisipasi. Semua pihak terkait harus terlibat. Mulai dari guru, orang tua, dan masyarakat.

Baca: Bubarkan Pesta Nikah, Tim Paniki Temukan Seorang Remaja Bawa Sajam

"Jangan sampai terjadi yang namanya tawuran. Untuk itu saya mengimbau kepada para guru untuk memberikan imbauan moral di lima menit terakhir sebelum pelajaran berakhir. Yang disampaikan yakni agar siswa tetap menjaga kebersamaan, menjaga hubungan yang baik dengan teman sekelas,  dengan siswa sekolah lain. Karena kita semua sama, kita bersaudara. Siswa harus fokus belajar. Kalau pulang sekolah langsung pulang. Ketemu orang tua," ujar dia.

Sekda Adnan mengatakan ketika sudah ada siswa yang ikut melakukan tawuran maka harus ada pencerahan dari kedua belah pihak, sekolah tempat siswa tersebut bersekolah.

Baca: DPMD Tekankan Pengelola Dandes Bentuk BUMDes

Saling mencerahkan jangan langsung melapor kepada polisi. Karena ketika masuk proses hukum. Pasti ada yang akan dihukum, akan menimbulkan sakit hati.

Baca: Kisah Cinta Warga Filipina dan Gadis Bitung Berakhir Manis, Kristina: Cinta Mengalahkan Segalanya

"Ketika sudah mulai mengarah kepada kriminal, maka harus terus diimbau. Orang tua juga harus terus mengimbau. jangan ada yang terprovokasi. Jadi kembali kepada pribadi masing-masing. Sudah ada binaan guru, orangtua dan masyarakat harus terlibat untuk mendamaikan," ujar dia.

Pekan lalu siswa yang nyaris tawuran berasal dari empat sekolah. Yakni siswa dari SMK Cokroaminoto dengan siswa dari SMK N 1 Kotamobagu, kemudian siswa dari SMA N 1 Kotamobagu dengan siswa SMA N 3 Kotamobagu. (dik)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved