Berita Viral
12 Fakta Kasus Habib Bahar bin Smith asal Manado, Sebut Jokowi Pengkhianat hingga Imbauan MUI Sulut
Fakta-fakta Habib Bahar bin Smith asal Manado, Sebut Jokowi Pengkhianat hingga Imbauan MUI Sulut
Menurutnya di Indonesia ini orang dijamin kebebasan berpendapat termasuk mengkritik presiden.
Tetapi, harus menggunakan bahasa yang baik, bukan dengan caci maki.
"Kita boleh mengkritik sama Presiden Jokowi karena itu bagian dari hak setiap warga negara."
"Tetapi menggunakan kata-kata yang tak etis dan tak sopan bukan akhlakul karimah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW."
"Apalagi hal itu dilontarkan oleh seseorang yang mengaku keturunan Nabi, seorang Habib," katanya.
Ace mendukung adanya pelaporan terhadap Habib Bahar.
Menurutnya, Indonesia adalah negara hukum yang semuanya harus diselesaikan dengan proses hukum.
6. Sikap Ketua Komisi Dakwah MUI dan Ketua MUI Sulut

Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gofur mengimbau para ulama untuk memberikan ceramah yang santun dan menyejukkan.
"Ceramah jangan memecah belah umat dan bangsa, mengandung persatuan dan kesatuan, NKRI serta mendekatkan pada Allah, " katanya.
Menurut dia, ceramah juga harus sesuai dengan ajaran islam yang memberi rahmat untuk semua umat manusia.
"Jangan ada maksud politik, meski politik dan agama berhubungan," katanya.
Dikatakannya, ceramah yang dibawakan dengan cara yang kasar, apalagi dengan menfitnah, memecah umat serta bangsa. Hal itu tidak sesuai dengan tujuan Islam yakni membawa rahmat dan kedamaian.
Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis turut memberikan komentar terkait pelaporan Habib Bahar bin Smith ke polisi saat dilansir dari Tribunwow pada Minggu (2/12/2018) .
Cholil Nafis mengimbau semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu saat di tahun politik seperti ini.
Hal itu disampaikan Cholil Nafis saat menjadi narasumber acara Apa Kabar Indonesia Malam tvOne yang diunggah di YouTube, Kamis (29/11/2018).
"Tahun politik seperti sekarang, memang kita untuk menyampaikan sesuatu lebih berhati-hati."
"Ketika menyinggung perasaan, persoalan politik itu acapkali menjadi letupan karena akan mengurangi elektabilitas dari kelompok tertentu," ujar Cholil Nafis.
"Bahkan sekarang ini, kalau kita tidak mendukung kelompok tertentu, dianggap kelompok sebelah kita ini, jadi memang sekarang menjadi di tengah agak sulit, di tahun politik kita harus lebih berhati-hati," kata dia menambahkan.
Oleh karena itu dirinya mengimbau kepada penceramah untuk selalu mengikuti pedoman yang telah dikeluarkan oleh MUI.
7. Awal Kehidupan
Bahar bin Smith atau yang lebih dikenal dengan nama Habib Bahar lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 23 Juli 1985 merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara.
Bahar berasal dari keluarga Arab Hadhrami (sekelompok penduduk nomaden yang berasal dari Hadhramaut, Yaman) golongan Alawiyyin (kelompok yang memiliki keterkaitan darah dengan Nabi Muhammad).
Pada tahun 2009, Bahar menikahi Fadlun Faisal Balghoits.
Dalam pernikahan tersebut, Bahar dikaruniai empat anak.
8. Pendiri Majelis Pembela Rasulullah
Habib Bahar bin Smith merupakan pendiri dan pemimpin Majelis Pembela Rasulullah sejak tahun 2007.
Habib Bahar memiliki kantor yang berpusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan dan memiliki pengikut mencapai ratusan orang.
Bersama para anggota Majelis Pembela Rasulullah, Bahar kerap melakukan aksi razia dan penutupan paksa di beberapa tempat hiburan di Jakarta.
Aksinya yang paling menonjol adalah ketika dia menggerakkan sekitar 150 jemaah Majelis Pembela Rasulullah pada Ramadan tahun 2012, untuk melakukan razia di Cafe De Most Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
9. Organ Sayap PDI-P Kritik Ceramah Habib Bahar
Dalam ceramahnya, Habib Bahar juga kerap menyebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah sarang Partai Komunis Indonesia (PKI).
Terkait hal tersebut, organisasi sayap Islam PDIP, Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) mengkritik pernyataan Bahar tersebut.
Bamusi menyindir, Habib Bahar kurang bacaan dan literatur, serta tuduhan yang dilontarkannya kepada PDIP tanpa tabayun tersebut telah menjadi fitnah dan merusak citra penceramah agama.
10. Dalam video ceramahnya yang beredar, Habib Bahar menyebut Jokowi Banci
Pada 28 November 2018, video ceramah Habib Bahar viral di media sosial.
Di tengah proses pilpres 2019 yang panas, Bahar berkata, Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang adalah kader PDIP, sebagai pengkhianat bangsa, negara, dan rakyat.
Ia juga menyebut Jokowi sebagai banci dalam video yang viral tersebut.
"Kalau ketemu Jokowi kamu buka celananya, jangan-jangan haid Jokowi itu, seperti banci," ucap Bahar dalam video tersebut.
Bahar dilaporkan ke kepolisian atas dugaan ujaran kebencian.
11. Sang Kakak: Dia sempat diinfus
Habib Husein Bin Smith, kakak Bahar mengaku belum menghubungi adiknya pascaperkara itu hingga Jumat kemarin.
Habib Husein mengaku terakhir menghubungi Bahar pada 16 November 2018.
"Saya sih baru baca di media, jadi belum bisa memberi tanggapan," kata Habib Husein Bin Smith, kakak Bahar saat ditemui tribunmanado.co.id di kediamannya Kelurahan Karame, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Jumat (30/11/2018) sore.
"Namun ia tak angkat telepon, mungkin karena lagi sakit, ia sempat diinfus," kata sang kakak.
12. Garang tapi Baik
Habib Husein Bin Smith mengakui Bahar memang selalu tampil garang dalam ceramah. Namun, Bahar sejatinya adalah pribadi yang baik serta toleran.
"Di Manado, Bahar punya banyak teman orang Kristen. Teman pendetanya juga banyak. Di belakang rumah kami ada gereja. Bahar dulunya sering bermain sekitar situ," kata dia.
Sebut Husein, Bahar sering pulang ke Manado.
Waktu dihabiskannya di rumah mereka di Karame serta di Desa Tumbak, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, daerah asal ibu Bahar.
"Alih-alih melakukan tindakan provokatif, ia malah bersilaturahmi dengan warga sekitar termasuk teman lama," katanya.
Menurut dia, Bahar punya karakter ceria, hangat serta humoris. Ia berteman dengan siapa saja.
"Dari orang terpandang sampai kaum miskin, semua ia berkawan," kata dia.
Ia menceritakan tentang keluarga bin Smith di Manado.
Menurut dia, keluarga bin Smith sejak lama hidup berdampingan dengan masyarakat beda agama.
Ia sendiri memiliki darah Minahasa dari ibunya.
"Ibu saya berdarah Arab Tondano sementara ibu Bahar berasal dari Minahasa Tenggara," kata dia.
Dia dulunya bersekolah di SMA Negeri 1 Manado.
Sedang Bahar sekolah di Komo. Husein mengaku memiliki banyak teman dari berbagai golongan agama.
"Semasa sekolah, semua selalu kumpul di rumah saya. Salah satunya petinggi Polri marga Lasut, kami bahkan mau reunian," kata dia.
Husein bercerita, saat pengadangan Bahar 16 Oktober lalu, ia malah ditelepon oleh rekan rekannya yang beragama Kristen.
"Mereka mengkhawatirkan keselamatan kami, " kata dia. (Tribunmanado/tribunnews)
TONTON JUGA:
TAUTAN AWAL: http://www.tribunnews.com/section/2018/12/02/10-fakta-terbaru-soal-polemik-ceramah-habib-bahar-enggan-minta-maaf-hingga-tanggapan-fadli-zon?page=all