Breaking News
Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Waspada Idap Penyakit Ini, Jika Ada Darah dalam Urine

Gross hematuria menghasilkan urine berwarna merah jambu, merah atau berwarna cokelat karena terdapat sel darah merah.

Editor: Aldi Ponge
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Melihat darah dalam urine mungkin akan membuat kita khawatir.

Darah yang bisa kita lihat dalam urine disebut gross hematuria.

Sementara itu, darah kemih yang hanya terlihat di bawah mikroskop disebut hematuria mikroskopis.

Gross hematuria menghasilkan urine berwarna merah jambu, merah atau berwarna cokelat karena terdapat sel darah merah.

Perdarahan pada urine biasanya tidak menyakitkan, namun mengeluarkan pembekuan darah melalui saluran kemih biasanya akan sangat menyakitkan.

Baca: Inilah 15 Makanan Sehat untuk Jantung!

Kencing berdarah sering terjadi tanpa tanda atau gejala lain.

Lalu, penyakit apa saja yang menyebabkan adanya darah dalam urine?

1 Infeksi saluran kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika bakteri memasuki tubuh melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih.

Gejalanya dapat berupa dorongan yang terus-menerus untuk buang air kecil, nyeri seperti terbakar saat buang air kecil, dan urin yang sangat berbau.

2. Infeksi ginjal (pielonefritis)

Pielonefritis dapat terjadi ketika bakteri masuk ke ginjal dari aliran darah, atau bakteri pindah dari ureter ke ginjal.

Tanda dan gejala sering mirip dengan infeksi kandung kemih, meskipun infeksi ginjal lebih mungkin menyebabkan demam dan nyeri pinggang.

3. Batu kandung kemih atau ginjal

Mineral dalam urin kadang-kadang membentuk kristal di dinding ginjal atau kandung kemih. Seiring waktu, kristal bisa menjadi batu-batu kecil yang keras.

Baca: 7 Tanda-tanda Ketidakseimbangan Hidup dan Pekerjaan

Batu-batu ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, namun dapat menyebabkan perdarahan mikroskopis.

4. Prostat membesar

Kelenjar prostat yang tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi bagian atas uretra sering membesar ketika pria mendekati usia paruh baya.

Keadaan ini kemudian menekan uretra, sebagian menghalangi aliran urin.

Tanda dan gejala prostat membesar (benign prostatic hyperplasia atau BPH) termasuk kesulitan buang air kecil, ingin terus-menerus untuk buang air kecil, terlihat darah mikroskopis dalam urin.

 
5. Penyakit ginjal

Perdarahan kencing mikroskopik adalah gejala umum glomerulonefritis, peradangan pada sistem penyaringan ginjal.

Glomerulonefritis dapat menjadi bagian dari penyakit sistemik, seperti diabetes, atau dapat terjadi dengan sendirinya.

6. Kanker

Pendarahan kemih yang terlihat dapat menjadi tanda kanker ginjal, kandung kemih atau prostat stadium lanjut.

Baca: Lakukan 4 Langkah ini untuk Menurunkan Berat Badan dengan Cepat dan Aman

Sayangnya, penderita mungkin tidak memiliki tanda atau gejala pada tahap awal, sehingga tanda ini sering diabaikan.

7. Gangguan yang diturunkan

Anemia sel sabit yaitu cacat herediter hemoglobin dalam sel darah merah dapat menyebabkan darah dalam urin, baik gross hematuria dan hematuria mikroskopis.

Begitu juga Alport Syndrome, yang mempengaruhi membran penyaringan di glomeruli ginjal.

8. Cedera ginjal

Pukulan atau cedera lain pada ginjal dari kecelakaan atau olahraga kontak dapat menyebabkan darah terlihat dalam urine.

9. Obat-obatan

Darah urine yang terlihat kadang-kadang terjadi jika seseorang mengonsumsi antikoagulan, seperti aspirin dan heparin pengencer darah.

10. Olahraga berat

Trauma pada kandung kemih, dehidrasi atau kerusakan sel darah merah seringkali terjadi akibat latihan aerobik berkelanjutan.

Kondisi ini paling sering terjadi pada pelari.

Jika Moms melihat darah dalam urin setelah berolahraga, segera temui dokter.

TONTON JUGA:

TAUTAN AWAL: http://nakita.grid.id/read/021250744/berita-kesehatan-terbaru-ada-darah-dalam-urine-waspada-idap-penyakita-ini?page=all

Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved