Reuni Akbar 212

Guntur Romli Sebut Peserta Reuni Akbar 212 Kalah dengan Jumlah Tari Poco-poco pada 5 Agustus 2018

Mohamad Guntur Romli menilai jumlah peserta Reuni Akbar 221 tak sebanyak peserta poco-poco dan memprediksi akan ada mark up jumlah peserta.

Guntur Romli Sebut Peserta Reuni Akbar 212 Kalah dengan Jumlah Tari Poco-poco pada 5 Agustus 2018
Internet
Guntur Romli 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mohamad Guntur Romli, Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin menilai peserta Aksi Reuni Alumni 212 tidak sebanyak peserta tari Poco-Poco yang dihadiri Presiden Jokowi 5 Agustus 2018 yang masuk rekor dunia.

"Tari Poco-Poco yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan jajaran pemerintah pada tanggal 5 Agustus 2018 pesertanya mengalir dari Silang Monas, jalan Thamrin, Bunderan HI hingga jalan Sudirman, masuk rekor dunia, ini Reuni 212 cuma di Monas saja," kata Guntur Romli yang juga aktivis muda NU.

Guntur Romli memprediksi akan ada "mark up" jumlah peserta Reuni 212 seperti sebelumnya.

Baca: Prabowo Subianto Hanya Berpidato Singkat di Acara Reuni Akbar 212

Baca: Reuni Akbar 212, Pidato Prabowo: Kita Bangga dengan Islam yang Mempersatukan

"Pasti akan ada 'mark up' jumlah peserta Reuni 212, seperti Aksi 212 tahun 2016 yang diklaim 7 jutaan, padahal kalau dibandingkan peserta Aksi 212 tahun 2016 hingga Reuni 212 tahun 2018 dengan Tari Poco-Poco yang memecahkan rekor dunia pesertanya 'hanya' 65 ribu orang, itu Monas, Thamrin, Bunderan HI hingga Sudirman sudah tertutupi para penari, loh ini yang cuma bikin acara 212 di Monas kok klaimnya jutaan. "Mark up"nya keterlaluan dan kebanyakan," tegas Guntur Romli.

Jubir PSI Mohamad Guntur Romli saat berkunjung ke Tribun Manado, Jumat (23/11/2018) malam.
Jubir PSI Mohamad Guntur Romli saat berkunjung ke Tribun Manado, Jumat (23/11/2018) malam. (TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS)

"Masuk rekor dunia (Guinness World Record) itu kan susah, harus ada bukti-bukti baik dari daftar hadir, pengamatan lapangan, yang menghitung juga dari pihak mereka, bukan klaim panitia dan gak sembarangan seperti klaim Panitia 212 yang tiba-tiba bilang, yang hadir jutaan, padahal cuma di Monas saja" kata Guntur Romli.  

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberi sambutan dalam acara Reuni Alumni 212 yang digelar di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017). TRIBUNNEWS.COM/FAHDI FAHLEVI
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberi sambutan dalam acara Reuni Alumni 212 yang digelar di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017). TRIBUNNEWS.COM/FAHDI FAHLEVI (Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi)

Guntur Romli juga menyoroti aksi politik dalam Reuni 212.

"Seperti yang diperkirakan, Reuni 212 adalah agenda politik kampanye. Buktinya: pertama, yang hadir elit-elit parpol pendukung Prabowo Sandiaga Uno, minus Demokrat. Kedua, Prabowo orasi dalam acara itu dan menyampaikan dirinya adalah calon presiden 2019. Ketiga, adanya teriakan-teriakan Prabowo Presiden dalam acara itu," tambah Guntur Romli yang juga Caleg DPR RI dari PSI untuk Jatim III (Situbondo Bondowoso Banyuwangi).

Baca: Selain Anies Baswedan Ini Dia Tokoh-tokoh yang Hadir Dalam Reuni Akbar Alumni 212

Baca: Reuni Akbar 212, Anies Baswedan Pamerkan Janji Kampanye yang Terlaksana

Baca: Gus Sholah Mengaku Tak Ada Rencana Hadiri Reuni Akbar 212

Untuk itu, Guntur Romli berharap Bawaslu mengambil penindakan tanpa menunggu laporan.

"Bawaslu harus menindak, gak usah nunggu laporan, ini pelanggaran yang sudah nyata, acara ini juga disiarkan secara langsung di beberapa televisi juga" tutup Guntur Romli. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Aldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved