Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berbisnis Sayur Hidroponik Pria Ini Ngaku Untungnya hingga 100 Persen

Faturrahman memulai bisnis sayur hidroponik ini diawali karena ia yang juga seorang mahasiswa pertanian.

Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Pemilik Sayurku Sayur Hidroponik, Faturrahman memegang wadah berisi sayur hidroponik, sayur selada di Jalan STM Suka Pura, Medan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berbisnis Sayur Hidroponik Pria Ini Ngaku Untungnya hingga 100 Persen

Tren baru menunjukkan bahwa budidaya tanaman dengan sistem hidroponik semakin hari diminati oleh masyarakat khususnya di wilayah perkotaan.

Fakta ini muncul sejalan dengan semakin sempitnya lahan pertanian dan kesadaran masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi sayuran dan buah yang higienis.

Selain cara budidayanya yang relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan cara budidaya konvensional, budidaya hidroponik dapat dilakukan di lahan yang sempit. Bahkan, pelaku usaha budidaya hidroponik bisa meraih keuntungan 100 persen. Hal ini diungkapkan oleh Pemilik Sayurku Sayur Hidroponik, Faturrahman.

Ia mengatakan sayuran hidroponik adalah sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung mineral yang diperlukan oleh sayuran untuk tumbuh. Berbeda dengan sayuran lainnya yang membutuhkan tanah untuk tumbuh, tanaman hidroponik hanya membutuhkan air bermineral untuk tumbuh. Air yang digunakan untuk menanam sayuran ini pun bisa didaur ulang.

"Sayur hidroponik itu media tanamnya tidak menggunakan tanah tapi air sebagai nutrisi, dan budidaya sayur hidroponik tidak memerlukan lahan yang luas," ujar Faturrahman di Jalan STM Suka Pura, Medan, Rabu (28/11/2018).

Faturrahman memulai bisnis sayur hidroponik ini diawali karena ia yang juga seorang mahasiswa di UISU (Universitas Islam Sumatera Utara) fakultas pertanian memiliki pembahasan mata kuliah tentang hidroponik maka ia pun membuat tanaman hidroponik di rumahnya.

"Saya kuliah di UISU fakultas pertanian, jadi saat itu ada masukan dan pembahasan mata kuliah tentang hidroponik, jadi saya buat di rumah. Selain itu juga
saya lihat bahwa sekarang ini lagi booming dengan sayur hidroponik. Pembudidaayaannya pun tidak terlalu susah, kita bisa manfaat lahan yang ada," ujarnya.

Laki-laki kelahiran Medan, 28 Agustus ini menjelaskan modal ia membuat usaha ini sebesar Rp 10 jutaan dan ia gunakan untuk membuat rumah kaca, pipa, pompa air, bibit, dan media tanam. Proses pembuatan sayur hidroponik ini, yaitu proses pembibitan, penyemaian, dan proses pembesaran sayur

"Siapkan media tanam rockwool yang sudah dipotong seperti dadu ukuran 2x2 sentimeter.  Lalu buat lubang kecil pada rockwool tapi tidak terlalu dalam agar biji tanaman tidak jatuh ke bawah. Masukkan benih ke dalam rockwool lalu siram dengan air nutrisi," ucap Faturrahman.

Ia menambahkan proses penyemaian berlangsung selama 0 hingga 14 hari, selanjutnya bibit dapat dipindahkan ke media tanam berupa pipa paralon.

"Proses pembibitan sampai panen itu beragam, untuk sayur pakcoy itu 0 hingga 45 hari dan sayur selada 0 hingga 35 hari. Panen sayur pun tergantung permintaan konsumen, ada juga konsumen yang minta baby pakcoy. Sayur hidroponik ini semi organik dan pastinya bebas pestisida,"katanya.

Diakui Faturrahman, diawal berbisnis sayur ini ia terkendala dalam hal pemasaran, meskipun begitu kini, Sayurku Sayur Hidroponik ini sudah dapat dibeli konsumen di Palangkaraya Fruit, Jalan Palangkaraya No 145.

"Harga sayur pakcoy ini Rp 9 ribu per 400 gram dan sayur selada senilai Rp 8 ribu per 250 gram.
Bagi saya bisnis sayur hidroponik ini cukup menjanjikan soalnya konsumen juga sudah banyak konsumsi makanan sehat dan masyarakat ingin hidup sehat," ujar 
Anak ketiga dari empat bersaudara ini.

Dengan berbisnis Faturrahman dapat menambah wawasan dan pengalaman berbisnis. Kedepannya, ia fokus untuk semakin memperbesar usaha, mencoba hal-hal baru, dan semakin
menambah media tanam serta jenis sayur yang semakin beragam antara lain selada merah, brokoli, dan kangkung.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved