Breaking News
Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kepala DLH Sulut Ungkap Kondisi Kritis Danau Tondano, Minta Bantuan Perusahan Konsultan Jepang

Upaya pemerintah mengatasi eceng gondok dan pendangkalan di Danau Tondano belum membuahkan hasil maksimal

Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Ryo Noor
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulut Marly Himalaya memaparkan kondisi kritis Danau Tondano 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Upaya pemerintah mengatasi eceng gondok dan pendangkalan di Danau Tondano belum membuahkan hasil maksimal.

Penyebaran eceng gondok dan pendangkalan danau masih jadi persoalan pelik diselesaikan.

Pemprov Sulut pun meminta bantuan perusahaan konsultan lingkungan hidup dari Jepang yakni IDEA Consultan Inc.

Pada pertemuan dengan CEO Consultan Inc, Hideo Tabata di Kantor Gubernur, Rabu (28/11/2018), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulut Marly Himalaya memaparkan kondisi kritis Danau Tondano

Danau seluas 4.278 hektare ini berada di 9 Kecamatan, di Minahasa, dengan 40 desa di sekitarnya

"Danau Tondano masuk ke dalam satu di antara 15 danau prioritas untuk diselamatkan," ujar dia.

Sejak 2015, DLH sudah melakukan penelitian tapi baru sebatas kualitas air.

Baca: Konsultan Jepang Lobi JICA Kucur Bantuan Penanganan Danau Tondano, Anggarannya Triliunan

Baca: 2019 Pemprov Kerahkan Unit Ampibi Bersihkan Eceng Gondok Danau Tondano

Ada 4 desa sekitar Danau Tondano dijadikan tempat untuk pengambilan sampel penelitian air.

2015 kandungan klorin, fosfat e-coli dan t-coli sudah di atas baku mutu dengan tingkat mutu air masuk kategori D atau buruk

2016 sudah ada perubahan, meski pencemaran masih di atas baku mutu tapi mutu air sudah naik kategori B atau bahkan

Di 2017, ada satu titik pengambilan sampel di Sumaruendo mutu air kembali turun jadi buruk

"Aktivitas di seputaran Danau Tondano memberikan kontribusi terhadap kualitas air," kata dia.

Ia mencontohkan, fosfor berasal pupuk tanaman, lalu klorin dari sisa detergen cucian, e-coli dari kotoran manusia

"Banyak pemukiman masyarakat dan rumah makan di sekitar Danau Tondano, tak bisa dipungkiri masih ada yang buang hajat di danau yang jadi halaman belakang rumah," ungkap dia

Selain pencemaran kualitas air, Pertumbuhan eceng gondok tidak terkendali juga masih jadi persoalan.

Seorang bocah bermain di pinggiran Danau Tondano
Seorang bocah bermain di pinggiran Danau Tondano (TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW)
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved