Breaking News
Minggu, 31 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

4 Monumen Paling Kontroversial di Dunia, Ada Pahatan Mount Rushmore

Dari zaman dahulu, keberadaan monumen atau patung biasa dikaitkan dengan penghormatan terhadap orang penting atau roh leluhur.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
thesun.co.uk
Mount Rushmore 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Monumen atau patung adalah satu struktur yang tak lepas dari kehidupan manusia.

Dari zaman dahulu, keberadaan monumen atau patung biasa dikaitkan dengan penghormatan terhadap orang penting atau roh leluhur.

Namun, pembangunan beberapa monumen di dunia ini malah berbuntut kontroversi. 

Baca: 7 Fakta tentang Suku Sentinel di Dunia yang Tewaskan Turis Amerika

Kali ini, TribunTravel.com merangku monumen kontroversial di dunia dari laman This is Insider.

1. Mount Rushmore dirancang oleh seorang pematung yang diduga memiliki hubungan dengan Ku Klux Klan, dan dibangun di atas tanah sitaan.

Mount Rushmore
Mount Rushmore (history.com)

Menurut kasus Mahkamah Agung Amerika Serikat vs Sioux Nation of Indians tahun 1980, Mount Rushmore terletak di tanah wilayah suku Sioux.

Sementara pengadilan memutuskan bahwa suku itu harus diberi tawaran untuk menjual tanahnya dengan harga tahun 1877, ditambah 100 tahun bunga, tawaran itu ditolak.

Ketika sejarah monumen yang selesai dibangun pada 1941 tersebut ditengok kembali, rasanya agak mengejutkan jika Mount Rushmore menjadi ikon Amerika.

Baca:  6 Spot Wisata Paling Indah di Benua Afrika, Ada Danau Berwarna Pink

Selain lokasi dan sejarahnya, Mount Rushmore adalah monumen kontroversial karena dirancang oleh Gutzon Borglum.

Gutzon Borglum adalah seorang tokoh yang dikenal dengan polarisasinya sendiri karena ia diduga telah mengembangkan koneksi simpatik dengan Ku Klux Klan saat bekerja di Stone Mountain yang menggambarkan para pemimpin Konfederasi.

Dia tidak pernah menyelesaikan pekerjaannya di Stone Mountain, melainkan berfokus pada Mount Rushmore, yang rencana awalnya disusun oleh sejarawan negara bagian South Dakota untuk menggambarkan Lewis dan Clark, Red Cloud, dan Jenderal George Custer.

Gutzon Borglum membatalkan gagasan itu, dan menggantinya dengan George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Roosevelt, dan Abraham Lincoln - empat pria kulit putih, yang dua di antaranya memiliki budak.

2. Kuil Yasukuni Shinto di Tokyo memperingati penjahat perang bersama dengan tentara Jepang.

Kuil Yakusuni, yang terletak di Tokyo, Jepang, dibangun pada 1869.

Menurut situs webnya, Kuil Yakusuni didirikan untuk memperingati dan menghormati pencapaian mereka yang mendedikasikan hidup mereka yang berharga untuk negara.

Ada hampir 2,5 juta nama yang tertulis di dalam kuil.

Namun, setidaknya 14 nama di antaranya adalah nama penjahat perang.

Dari nama-nama itu, ada seorang jenderal yang secara langsung bertanggung jawab atas serangan terhadap armada AS di Pearl Harbor, seorang jenderal yang memerintahkan pertempuran yang berbuntut pembantaian yang menewaskan 200.000 warga sipil pada 1937, serta arsitek dari aliansi Jepang dengan Jerman dan Italia selama Perang Dunia II.

3. Patung Fallen Angel di Spanyol didedikasikan untuk iblis sendiri.

Patung Fallen Angel atau Ángel Caído dalam bahasa Spanyol, terletak di dalam Parque del Buen Retiro Madrid.

Menurut Atlas Obscura, patung ini adalah satu-satunya monumen publik yang didedikasikan untuk iblis.

Patung Fallen Angel diyakini telah dibangun selama abad ke-19.

Alasan untuk kontroversi di balik Patung Fallen Angel juga cukup gamblang: itu adalah monumen Setan di dalam sebuah negara yang terkenal dengan Inkuisisi Spanyol, sistem pengadilan yang dibuat untuk menghukum para penyebar ajaran sesat atau siapa saja yang menentang agama resmi negara tersebut, Katolik.

4. Christopher Columbus adalah tokoh sejarah yang kontroversial, sehingga banyak patung di Amerika Utara yang didedikasikan untuknya tidak populer bagi semua orang.

Patung Christopher Columbus di Central Park, New York City, Amerika Serikat
Patung Christopher Columbus di Central Park, New York City, Amerika Serikat (centralparknyc.org)

Christopher Columbus adalah seorang pria yang mendapat miskonsepsi sebagai penemu benua Amerika.

Sama seperti monumen dan peringatan untuk Konfederasi di seluruh Amerika, patung-patung Christopher Columbus, banyak yang dirusak dan/atau diturunkan.

Demikian pula, banyak kota di Amerika Serikat yang kini merayakan Hari Penduduk Pribumi (Indigenous Peoples Day), bukan Hari Columbus.

Salah satu patung Columbus yang paling terkenal terletak di Columbus Circle di Manhattan.

Seorang pria ditangkap saat mengecat kuku patung ini dengan warna merah muda pada September 2017.

Warna merah muda merepresentasikan, menurut catatan polisi, darah di tangan si penjelajah Italia tersebut.

Patung-patung Columbus lainnya di NYC telah mengalami vandalisme juga.

Sebuah patung di Central Park dicat berwarna merah pada bulan yang sama, dan ditulisi dengan kata-kata "Kebencian tidak akan ditoleransi."

TONTON JUGA:

TAUTAN AWAL: http://travel.tribunnews.com/2018/11/24/4-monumen-paling-kontroversial-di-dunia-termasuk-pahatan-mount-rushmore-di-amerika-serikat?page=all

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved